
Pada Hari kedua kunjungannya di Kabupaten Flores Timur, Kamis (24/3/22), Penasihat Forum Taman Baca Masyarakat Indonesia ini bersama Bupati Flores Timur, Anton Hadjon dan Bunda Literasi NTT, Julie Laiskodat akan tampil sebagai narasumber pada Talk Show mengangkat topik ” Dukungan dan Tantangan Pemerintah Daerah dalam Pembangunan Literasi Masyarakat Flores Timur”. Kegiatan ini akan dipusatkan di Gedung OMK Larantuka menghadirkan perwakilan Siswa SD,SMP,SMA/K , perwakilan Guru dan Kepala Sekolah, komunitas literasi, organisasi profesi guru, perguruan tinggi dan juga perwakilan pemerintah desa.
Dapur Literasi PGRI Flores Timur akan menyerahkan sedikitnya 26 karya buku Anak Lamaholot baik yang berada di Flores Timur maupun di luar Flores Timur kepada Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Flores Timur untuk dipajang pada salah satu sisi gedung OMK sebagai s informasi yang dapat dijadikan sebagai salah satu indikasi tumbuh giat literasi di Flores Timur, Bumi Lamaholot dan bagaimana kolaborasi, konsitensi pengembangan ke depannya.

Beberapa buku yang diarsipkan di Dapur Literasi PGRI Flores Timur yakni, Kisah Anak Nelayan Lamakera (Karya Alfius Sabon ), Tapak Tuah Antologi Puisi Tiga Pengajar Muda, Muhammad Soleh Kadir , Amber Kebelen , Ary Toekan , Menjunjung Tinggi Martabat Ina Wae, Menyikap Perempuan Lamaholot, ditulis oleh Michael Boro Bebe, Menjelajah Kapela Yang Terlupakan ditulis oleh Gregorius Riberu bersama 24 Siswa SMAN 1 Larantuka.

