Kegiatan sosialisasi dimulai dari pukul 08.00-11.30 WIB, pembukaan dipandu oleh pembaca acara, disambung dengan sambutan dari Ketua KKM Iqbal Kurniawan, kemudian Dosen Pembimbing Lapangan, Ibu Nuniek Hermita S.Hut., M.Sc dan sambutan dari Sekretaris Desa, Yaqub S.E. Selanjutnya pemaparan materi tentang pupuk organik oleh Dr. Dewi Firnia, S.P., M.P.

Dewi Firnia adalah narasumber yang ahli di bidang Agroteknologi, sekaligus salah satu dosen Fakultas Pertanian di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Beliau mengungkapkan bahwa penggunaan pupuk non-organik dapat menyebabkan kerusakan lingkungan dan pencemaran udara. Sehingga, masyarakat harus mulai beralih kembali kepada pupuk organik.

Menurut pemaparan Dewi, Pupuk kimia atau non-organik yang biasa dipakai oleh Bapak dan Ibu, itu bisa menyebabkan penyakit dari udara yang kita hirup. Selain itu, tanah juga ikut rusak dan kering, ditambah harga pupuk non-organik semakin meningkat. “Dengan memanfaatkan pupuk organik dari sampah rumah tangga, dapat meringankan beban kerusakan lingkungan dan perekonomian,” pungkasnya.

Lebih rinci, Dewi sebagai narasumber memaparkan jika pembuatan pupuk organik, dapat dibuat dari sampah rumah tangga yang mudah dijumpai. Dewi juga menunjukkan salah satu cara dalam mengelola sampah organik melalui larva (maggot) beserta budidayanya.


