Pembuatan Pupuk Kompos sangat mudah, bahkan sering kita jumpai di lingkungan sekitar. Seperti dari cucian air beras, cucian air ikan, dan lain-lain. Namun hal tersebut kurang disadari oleh masyarakat, sehingga menurut narasumber “Tingkat pemanfaatan limbah masih sangat kurang optimal, dan sebagian masyarakat memilih untuk langsung membuangnya.”

“ …Atau Ibu dan Bapak bisa memanfaatkan maggot. Sampah rumah tangga yang hendak dibuang, bisa diberikan kepada maggot sehingga tidak terbuang percuma, nanti maggotnya dapat dijadikan pakan ternak,” ungkap narasumber sambil menunjukkan maggot.

Lebih dari itu, kotoran yang dihasilkan oleh larva itu dapat dijadikan pupuk. Sehingga harapannya, sosialisasi dapat membantu dalam membangun kesadaran masyarakat, khususnya di Desa Pangawinan dengan memanfaatkan limbah rumah tangga, yang kemudian disulap menjadi pupuk organik.

Hal tersebut dipertegas dengan pernyataan dari Iqbal Kurniawan, ketua KKM 16 Untirta, Ia mengatakan, harapan dari sosialisasi dapat mencerahkan pemahaman dan keinginan warga Desa Pangawinan, dalam menggunakan pupuk kompos. “Proses yang dilalui memang tidak instan, tetapi kebermanfaatan dan dampaknya harus dipikirkan dalam waktu panjang.”




