Beberapa menit setelah kejadian itu, bus datang menghampiri kami. “Om, ke Tangerang bukan?” tanyaku dengan lantang kepada kenek busnya.
“Iya. Ayo masuk, masuk!”

Saya melihat banyak kursi yang masih kosong, hanya ada beberapa orang yang mungkin bisa dihitung dengan jari. Namun, saya tidak ingat nama merek dari bus tersebut.
“Berapa ongkosnya, Bang?” saya bertanya kepada bang Hilman. Kebetulan kita duduk bersebelahan.
“Slow, uangnya sudah disiapin. Bisa diatur.”

Perjalanan dari Serang menuju Tangerang, saya kira membutuhkan waktu 1 jam. Ada banyak obrolan sepanjang jalan yang kami tuangkan bersama. Mulai dari percintaan, pekerjaan, pendidikan, dan dunia kerelawanan.
“Tangerang, Tangerang, yang turun di Tangerang, sini maju!” ucap kenek bus.

Kami turun di depan gedung Istana Nelayan. Dan selanjutnya kembali memesan Grab Car untuk menuju Hall 1, ICE BSD. Saya perkirakan ongkos yang keluar mencapai 149 ribu untuk dua orang. Hal itu mengejutkan kami juga, mungkin karena kurang persiapan.


