Seminggu sebelum Adra wafat, 2010, meneleponku. Dia sedang dirawat di rumah sakit. Dia bilang, “Saya mau pulang. Saya mau bikin perpustakaan kayak elu, Rumah Dunia. Buku gue banyak masih di dalam dus.”
Baca secara lengkap siapa Adra P. Daniel di sini ya.

Adra juga bilang akan pensiun dari dunia PH. Bahkan dia menawarkan aku untuk menggantikan posisinya sebagai tim kreatif di PH yang juga bebreapa kali memproduksi skenarioku. Tapi aku menolak. Saat itu sudah 2 tahun aku mengundurkan diri dari RCTI.

Tidak lama, beberapa hari kemudian, Gusur Adhikarya menelepon, “Gong, Adra meninggal.” Innalillahi. Saya kaget bukan kepalang. Adra di telepon bilang “ingin pulang” ternyata dia “pulang” betulan ke hadirat-Nya. Sayang, dia belum pernah ke Rumah Dunia – komunitas yang aku bangun. Sedangkan Hilman, Boim, dan Gusur sudah. Kadang saya merasa bersalah, sering meledek dia menjodoh-jodohkannya dengan Arini Suryokusumo.




