Wah! Sobat Kecil Saya Pernah Belajar ke Penerima Nobel

Saya punya teman kecil. Namanya Bambang Juanda – kami memanggilnya BJ. Kami sering berlatih bersama di klub badminton Blue White. Selepas SMA (1982), Bambang kuliah di IPB, saya ke Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran. Selanjutnya saya bekerja di dunia kreatif mula dari Kelompok Kompas Gramedia hingga RCTI, BJ di dunia kampus.

Di era digital (2000), mulailah ada WAG alumni SMAN 1 Serang. Di group inilah saya mendengar kabar, BJ jadi Guru Besar Departemen Ilmu Ekonomi IPB sejak 2009. Dia lulusan Doktor Ekonomi University of Innsbruck Austria. Pernah menjadi dosen Departemen Statistika IPB (1987-2003). Dia kini bergelar “Profesor”. Paling mengejutkan, BJ pernah belajar teori permainan dan ekonomi eksperimental pada Tahun 1994 dari Prof Reinhard Selten – penerima Nobel Ekonomi 1994. Tentu saya senang mendengar kabar keberhasilan sobat kecil ini.

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5

Titi Nginung dan Kangen Cerita Bersambung di Koran KOMPAS

Seperti mendapatkan durina runtuh! Ya, Allah. Terima kasih, Anggit Wicaksono . Hadiah dua novel ini sangat istimewa. Anggit adalah sahabatku – dia pembaca Balada Si Roy. Dia karyawan di Lokananta, Solo.

Dua novel ini pernah aku baca sebagai cerita bersambung di Koran KOMPAS antara tahun 1984-1985. Anggit membelinya di Pasar Loak Sriwedari, Solo. Di halaman dalam tertulis “Julie Juwana, Malang, Indonesia “.

Pertama kali kedua novel ini diterbitkan Gramedia pada 1985, harganya sekitar Rp 5000. Novel-novelku yang diterbitkan Gramedia tahun 1989 – 1994 juga harganya sekitar Rp 3000-Rp 3500. Tapi sekarang harga buku terbaruku – Gong Smash dengan ketebalan yang sama – 300 halaman, dipatok harganya Rp 85.000 hingga Rp 99.000,-

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5

Episode Pertama Balada Si Roy Berjudul Joe Tayang di HAI Edisi 18 Maret 1988

Sepulang dari traveling Indonesia selama dua tahun (1985 – 87) pada Oktober 1987, saya langsung membongkar “harta karun” berupa catatan perjalanan yang saya kirimkan selama dalam perjalanan. Jika buku harian itu sudah penuh, saya poskan ke rumah. Saya beli buku baru lagi yang sampulnya batik.

Kemudian saya menulis Balada Si Roy. Buku-buku referensi berserkanan. Kamar paviliun dihiasi bunyi mesin tik: tak, tik, tuk. Hampir setiap malam. Selama sebulan saya berhasil menulis 4 episode awal Balada Si Roy.

Saya langsung datangi majalah HAI. Saya katakan kepada Arswendo Atmowiloto, “Ibarat musik, novel serial ini rock!”

Alhamdulillah, 8 maret 1988, episode pertama berjudul “Joe” tayang di majalah HAI. Dan tanpa saya duga, respon pembaca luar biasa. Sehari saya menerima 18 surat dari pembaca! (GG

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5

Prekuel Balada Si Roy: Spider

Menikmati lockdown atau work from home dengan sesuatu yang produktif. Sejak 9 Desember 2020, saya memulai penulisan novel serial Balada Si Roy. Kali ini prekuel “Balada Si Roy: Spider”. Ini episode sebelum Roy pindah ke Serang, Banten. Setting lokasinya di Bandung dan sekitarnya serta setting waktu 1982 – 84! Doakan lancar, ya. Semoga Allah SWT memudahkan penulisan novel ini sehingga bisa diluncurkan bareng dengan filmnya pas liburan lebaran! Dan ayo, adik-adikku juga menulis novel, ya! (Gol A Gong)

Please follow and like us:
error0
fb-share-icon0
Tweet 5