“Awalnya kita membagi wilayah kerja bakti per-RW, akan tetapi tidak kondusif. Setelah kami membagi wilayah per-RT Alhamdulillah semua bisa berjalan dengan lancar,” jelas Yadi.

Muhendi, salah satu peserta kelompok KKN 55 mengatakan, antusiasme warga dalam kegiatan sangat baik, kita yang melihat hal tersebut, ikut semangat untuk kerja bakti. “Masyarakat sekarang biasanya acuh, dan jarang peduli dengan kerja bakti. Tapi alhamdulillah di sini masih terjaga budaya tersebut,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Muhendi melihat antusias warga dalam kegiatan, memberikan dampak baik dan menyalurkan hal positif untuk keberlanjutan KKN di desa tersebut. “Saya sadar bahwa semangat inilah yang dibutuhkan masyarakat diluar sana.”

Giofani selaku ketua KKN55 menambahkan bahwasanya kegiatan kerja bakti, menjadi salah satu ajang silaturahmi serta untuk menumbuhkan rasa kerjasama dengan warga sekitar. Maka harapannya walaupun nanti KKN telah selesai, namun rasa kerjasama yang tumbuh tidak mudah dilupakan.




