Cukup tanah merah
batu nisan
dan kendi berisi air saja
itulah rumahku
peristirahatan abadi!
– Epitaph, 1987
***
Sejak masih bujang, saya ingin sekali ke Nias. Akhirnya terwujud. Saya mendapat anugrah bisa berkunjung ke Kota Gunung Sitoli, Nias. Badan Pengembangan Bahasa dan Sastra Indonesia mengundang saya jadi narasumber “Sastrawan Masuk Sekolah” di Nias, minggu terakhir Oktober 2019.

Halaman: 1 2

