Kuburan Mandrova di Kota Gunungsitoli

Di sela-sela kegiatan, saya mengunjungi rumah keluarga Mandrova. Saya tertarik dengan kuburan yang berada di halaman depan rumah. Di Nias tradisi manibo si mate (mengubur di atas tanah) sudah digantikan manano si mate (mengubur di dalam tanah). Di halaman depan rumah banyak kuburan nenek moyang mereka. Biasanya kakek-nenek mereka. Itu agar rumah warisan tidak dijual dan keluarga besar mereka tetap utuh.

Di Gunungsitoli, Nias, saya mampir ke rumah keluarga Mandrova. Saya bertemu dengan cucunya. Di halaman depan ada kuburan kakek-neneknya.

Kakeknya dulu tuan tanah dan bekerja di Dinas Pekerjaan Umum. Kakeknya adalah bangsawan Nias. “Kakek saya yang membuka jalur transportasi Nias – Sibolga,” kisahnya. Dia merasa bersyukur kakek dan neneknya dimakamkan di halaman depan rumah, karena dengan begitu rumah warisan ini tetap dipertahankan. “Jadi tempat utama keluarga berkumpul.”

Saya memerhatikan rumah Mandrova dengan halaman luas ini. Rumah yang asri. Dua kuburan leluhurnya tampak merasa nyaman di sana. Kuburan jadi sesuatu yang indah. Kuburan jadi sesuatu yang familiar dan merekatkan keutuhan keluarga. Ziarah tidak lagi jadi ritual tahunan, tapi setiap hari kita busa mengunjungi makam leluhur. Terasa indah.

Gol A Gong

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==