Dapur Meneer, Kuliner Homi di Kota Serang Serasa Sedang di Belanda

Tanpa saya sadari ketika mobil saya arahkan ke Pandeglang, setelah Rumah Sakit Bhayangkara atau sebelum pemakaman Tengkele ada Dapur Meneer. Dan saya cukup terkejut ktika memarkir mobil. Wow! Seperti sedang berada di Belanda.

Di parkiran Dapur Meneer

Arsitekturnya membuat saya nyaman. Sebetulnya sederhana saja. Bata yang dibiarkan teksturnya muncul. Pintu-pint dengan warna merah menyala, quote tentang kuliner bertebaran di dinding, dan tanaman-tanaman di sekelilingnya membuat Dapur Meneer istimewa.

Kesan itu juga dirasakan oleh Bu Neng dan Bu Yanti – dua anggota DPRD Pandeglang merasa nyaman dengan Dapur Meneer. “Seperti sedang di Belanda!” kata Bu Neng.

Betul-betul homi – seperti sedang di rumah sendiri. Rimbun dengan pepohonan. Tidak berisik. Pokoknya asik. Harganya terjangkau. Konsumen yang datang ke sini rata-rata pasutri, keluarga atau emak-emak.

Taufad dengan go food

Saya dan isteri memesan tongseng, soto Lumajang, karedok, dan teh lemon. Menunya standar. Tapi yang tidak bisa dibeli adalah suasananya. Itu juga yang dirasakan Taufan – pengemudi ojek online. Dia sudah dua kali melayani pemesan lewat go food. Dia betah berada di Dapur Meneer.

Dapur Meneer yang rimbun, sejuk, dan asri

Saya berkesempatan ngobrol dengan Piter – bule Belanda yang menikahi perempuan Serang. “Dapur Meneer ini yang menjalankan isteri saya. Semua konsepnya dari dia. Sudah enam tahun berjalan.”

Piter yang mendisain Dapur Meneer sehingga menyerupai rumah-rumah seperti di Belanda. Bahkan saya diberi kesempatan berwisata ke dalam rumahnya.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==