Aku bukan picky eater, malah cenderung tidak punya makanan kegemaran. Aku juga sering tidak peduli cita rasa tinggi. Selama enak dan dapat diterima lidah, yaudah. Tapi ternyata ada bagian otakku yang menyimpan kenangan tentang cita rasa satu ini.

Tahun 2012 saat diajak hubby traveling dan mampir ke India, aku tergila-gila chai, minuman khas sana. Hampir setiap sarapan aku minum chai, sambil makan roti parata yang dicocol ke saus kari. Nah, rasa kari India inilah yang mengendap dalam ingatan, sampai puluhan tahun kemudian kutemukan lagi.
Suatu hari aku melihat postingan pastel produk Ibuk Paus. Aku baru ngeh nama makanannya karipap. Wkwkwk.
Mau protes itu pastel, tapi bentuknya kok lebih estetik. Lengkungan yang terbentuk dari tengahnya serupa kambium tetapi lebih indah. Aku juga heran kenapa bentuknya tidak setengah lingkaran, atau dasarnya selalu membentuk sudut.

Belakangan hari aku baru ngeh, pastel bisa berbentuk setengah lingkaran karena dicetak. Tapi karipap produk satu ini pinggirannya dipilin santuy, jadi bagian mendatar agak terangkat. Jadi nggak mungkin datar lagi.
Masalah pertamaku waktu makan setelah karipap digoreng adalah lengkungan-lengkungan indah itu makin nyata. Bikin nggak tega buat makan. Tapi aku kan lapar, ya. 😂
Begitu gigitan pertama masuk mulut, kenangan seolah menyeruak dari dasar ingatan. Harum dan rasa bumbu kari melemparkanku ke memori saat mencocol parata ke sausnya di sebuah resto di Mumbai, India. Pastilah ada bedanya, ya, tapi ingatan dan kenangan nggak akan mau mengakui perbedaan sebagai fakta. Sesuatu yang nyaris sama akan dianggap sama. Itulah yang terjadi padaku.

Sampai aku pesan versi kulit dan isinya terpisah. Pasti penjualnya puyeng ngadepin pembeli kayak aku. Wkwkwk. Aku bersedia menggiling kulitnya, mengisi isiannya sesuai mauku, dan memilin pinggiran kulitnya seindah kemampuanku.
Meskipun nggak ada yang pernah kuunggah karena nggak ada yang berhasil. Tapi soal rasa bagiku tetap sama, apalagi ‘disanguan’ alias dikasih nasi dijadikan lauk, lebih nikmat. Kasta baru telah muncul, karipap disanguan. 🤣

Begitulah kisahku bersama karipap. Masih banyak yang belum disinggung, kpap war misalnya. Tapi ini pun sudah melebihi syarat masuk wallnya mba Dhani Pratiknyo . 🤣
Sebelum mengakhiri, silakan berdendang dulu:
Pap pap syubidupap pap, syubidukaripap pap …




