Lebaran Haji di Masjid Komplek Hegar Alam Kota Serang

Saya mnuju masjid Komplek Hegar Alam bersama Jordy, Azka, Manda. Komplek Hegar Alam berada di dekat pintu tol Serang Timur. Jika kita masuk dari arah Toyota -Kemang Pusri, masuk ke jalan kampung Ciloang, nanti akan melewati Komplek Hegar Alam, bertetangga dengan Rumah Dunia, terus keluar di jalan Bhayangkara. Begitu juga jika kita masuk dari Bhayangkara, melewati Kebon Kubil, Komplek Hegar Alam, Rumah Dunia, dan terus ke Kemang. Jalanan kampung ini tentu berbeda dengan tahun 2000-an. Belum banyak yang melintas. Tapi setelah rekayasa jalan di depan Hotel Ledian-BCA Penancangan, orang-orang yang hendak ke Jakarta, mauk pintu tol, pasti melintas di jalan Kampung Ciloang ini.

Saya tinggal di Komplek Hegar Alam tahun 1998. Awalnya membeli sepetak tanah dengan luas 200 meter persegi tahun 1996. Ketika saya bekerja di RCTI dan menikah dengan Tias Tatanka pada 1996, Bapak jadi mandor membangun rumah saya. Pak Pendi – guru STM (sekarang SMKN 2) yang lebih dulu tinggal di Komplek Hegar Alam. Setiap saya mendapatkan rezeki diluar gaji tetap dari RCTI -misalnya dari royalti novel, honor co-writer sebuah sinetron, saya setorkan ke Bapak. Itulah kenapa kami menamainya Rumah Dunia – rumahku Rumah Dunia, Kubangun dengan Kata-kata.

Saya betah di sini. Saya seolah menitipkan istri dan anak-anak di Komplek Hegar Alam. Rata-rata penghuninya guru semua dan kolega Bapak. Warga Komplek Hegar Alam sangat baik dan mau berkorban ketika saya membangun Komunitas Rumah Dunia di halaman belakang pada 2000. Saya memohon maaf dan memaklumi jika ada warga komplek yang terganggu karena kebisingan yang disebabkan oleh pergelaran seni musik dan teater. Apalagi setiap sore, anak-anak kampung menyerbu datang ke Rumah Dunia untuk membaca, bernyanyi, dan membikin gaduh.

Pada 2008, saya dan para donatur berhasil membebaskan tanah seluas 3000 meter, lokasinya di pinggir jalan kampung. Pelan-pelan Rumah Dunia saya pindahkan kegiatannya ke lokasi di pinggir jalan kampung. Alhamdulillah, kebisingan di halaman belakang Komplek Hegar Alam mulai berkurang.

Sekarang Komplek Hegar Alam semakin indah cantik. Jalan pavling block mengitari komplek. Pohon mangga dan jambu tumbuh subur meneduhkan. Saya sudah melihat beberapa perumahan di Banten. Komplek Hegar Alam adalah perumahan yang memiliki halaman luas dan asri. Udaranya bersih. Kehidupan beragamanya juga bagus. Masjid Al-Falah semakin cantik dan bersih.

Hari Minggu 10 Juli 2022, saya mendapatkan kesempatan sholat Idul Adha di masjid Komplek Hegar Alam. Anak-anak yang 20 tahun lalu masih kecil, sekarang rata-rata sudah kuliah. Bahkan ada yang sudah berkeluarga dan memberikan cucu kepada orangtuamereka. Sekarang sudah generasi kedua. Tinggal saya yang belum memiliki cucu. Saya dan Tias termasuk pasangan termuda.

Sebelum sholat Ied, DKM mengumumkan bahwa ada 1 ekos sapi dan 3 ekor kambing yang siap dikurbankan. Alhamdulillah.

Paling menarik adalah saat khutbah. Khatib mengingatkan, bahwa makna qurban adalah komunikasi antara anak dan orang tua. Di zaman sekarang, banyak anak yang mendurhakai orangtuanya. Sedangkan Idul Adha adalah contoh bagaimana patuhnya Ismail terhadap mimpi ayahnya, Nabi Ibrahim yang harus menyembelh dirinya.

Setelah selesai khutbah kami bersalam-salaman. Ada rasa rindu. Saya bukan jamaah yang rajin ke masjid karena lebih sering berada di luar kota.

Semoga Komplek Hegar Alam tetap asri, bersih, dan tetap nyaman untuk tempat tinggal karena kemungkinan 10 tahun lagi aka ramai jika jalan kampung Ciloang diperbesar.

Gol A Gong

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==