Literasi Keluarga: Aku Tipe Workaholic

Oh ya, di samping aku perlu waktu untuk fokus ke beberapa kegiatan yang menguras pikiran, perhatian, dan waktu. Aku tipe workaholic, jadi kalau sudah kerja akan loyal ke pekerjaan. Berhubung punya hubby dengan tipe seperti beliau, aku mengalah untuk bekerja di rumah, di bawah perintahnya. Itulah kenapa aku nggak mau kerja full time di institusi di luar rumah, karena tidak cocok untukku. Akan timbul banyak masalah, antara aku yang workaholic dan beliau yang bossy. Mending aku gila kerja karena ngerjain urusan kerja hubby.

Sulitnya, tiap ketemu adaaa saja obrolan tentang pekerjaan. Bahkan pillow talk juga bisa bahas kerjaan. Wkwkwk. Ya gakpapa, risikonya begitu.

Kalau ada yang tanya kapan aku bisa menemukan tipe diriku sendiri yang workaholic? Jawabnya eh jawabku: sejak SMA. Gimana caranya? Ya, berproses, termasuk banyak membaca. Sejak kecil bacaanku random, mulai dari majalah anak, buku-buku proyek Inpres, majalah wanita terutama rubrik konsultasi psikologi dan rumah tangga, novel dewasa sampai primbon stensilan. Ada beberapa istilah yang kutanyakan ke ibuku yang juga gemar membaca. Ibuku menjelaskan dengan bahasa anak-anak sampai aku berhenti bertanya. Setelahnya ibuku akan bertanya aku habis baca buku apa. Hahaha.

Ada peristiwa yang membelokkan jenis bacaanku. Saat melihat aku baca novel Sidney Sheldon, ibuku memberikan buku Llano Estacado jilid 3 dalam ejaan lama. Sejak itu genre bacaanku mulai berubah ke segala yang berbau Indian dan petualangan, sampai sekarang pun aku masih menyukainya.

Sama seperti ibuku, aku juga memantau bacaan anak-anakku. Dulu kami sering membaca bersama-sama, lalu mereka membaca sendiri. Sampai akhirnya aku lepas dan beri tanggung jawab atas bacaan masing-masing. Apalagi setelah anak-anak kuliah dan bawa buku berbahasa Arab dan Inggris. Meskipun kemudian ada mainan baru berupa kindle, isinya bahasa Inggris dan Mandarin, aku mulai puyeng dengan bacaan bocah. 😁

Aku berharap anak-anak pun menemukan tipe diri mereka sendiri setelah berproses bersama buku dan kami, orang tuanya. Kami menyediakan waktu, telinga, mata, dan bahu untuk mereka bersandar saat kelelahan, dan bebas bertanya tentang apa pun. Semoga kami diberi kesehatan, kekuatan, dan kemampuan menjadi orang tua yang baik di hadapan-Nya. 🤲

Allahumma baarik ‘alaih. Sehat-sehat semuanya! 🙏

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==