Ada 3 gerakan pendukungnya; yaitu Literasi Kelurga, Literasi Sekolah, dan Literasi Masyarakat. Di sekolah, kita tahu ada program membaca buku 15 menit sebelum kegiatan belajar-mengajar. Di literasi masyarakat, pemerintah berkolaborasi dengan taman bacaan, komunitas baca, atau komunitas literasi. Dari dua kegiatan itu, tentu literasi kelurga sangat penting.


Apa itu literasi keluarga? Tentu indikator keberhasilannya adalah anak-anak yang sukses dalam hal pendidikan dan pekerjaan. Itu semua karena komunikasi orang tua dan anak terjalin 2 arah atau terjadi dialog, adanya ruangan khus untuk perpustakaan.


Literasi keluarga memahami bahwa cita-cita si anak tidak ditentukan oleh orang tua, tapi si anak sendiri yang menentukan. Menyitir Ki Hajar Dewantoro, “mendidik dan mengajar adalah proses memanusiakan manusia, sehingga harus memerdekakan manusia dan segala aspek kehidupan baik secara fisik, mental , jasmani dan rohani.”
Gol A Gong – Duta Baca Indonesia



