Roni hidup seperti tak ada hari esok.

Setiap pagi, suara mesin mobil mewahnya meraung di depan gerbang kampus. Mercy hitam mengilap, kaca gelap, dan di kursi sampingnya selalu ada cewek beda—kadang mahasiswi baru, kadang selebgram lokal. Jam kuliah sering ia lewati demi nongkrong di rooftop café, nonton konser, atau staycation di villa pinggiran kota.

Kalau teman-temannya menabung buat beli laptop, Roni beli tiga sekaligus—satu untuk main, satu untuk edit video, satu lagi cuma buat gaya. Di bio Instagram-nya tertulis:
“YOLO. Hidup sekali, bro. Jangan pelit sama diri sendiri.”

Ayahnya pejabat senior di DPR. Rumah mereka di real estate elite, penuh marmer, kolam renang pribadi, dan asisten rumah tangga berseragam. Tak ada alasan untuk hidup hemat. Segalanya lancar. ATM selalu terisi. Hidup seperti pesta tanpa akhir.

Sampai hari itu datang.

Pagi itu Roni bangun karena suara berita dari TV ruang tengah. Wajah ayahnya terpampang di layar, dikelilingi petugas KPK berseragam cokelat. “Pejabat DPR ditangkap dalam kasus mafia tanah dan pemalsuan sertifikat. Puluhan miliar rupiah disita.”

Dunia Roni mendadak berhenti.

Dalam hitungan hari, semua berubah. Mobil disita. Rumah disegel. Rekening dibekukan. Teman-temannya mulai menjauh pelan-pelan, seperti air surut yang membawa semua kesenangan pergi.

Roni terpaksa pindah ke kontrakan kecil, numpang tinggal sementara di rumah pamannya. Untuk pertama kalinya, ia naik ojek ke kampus. Dan tak ada satu pun yang menyapanya.

Malam itu, ia duduk sendiri di beranda kontrakan. Ponselnya sunyi. Tak ada notifikasi. Ia menatap langit gelap dan membatin:
“YOLO, katanya. Tapi tak pernah kubayangkan, hidup sekali bisa berarti jatuh sedalam ini.”

Dan untuk pertama kalinya, Roni mulai bertanya:
Apa gunanya hidup sekali… kalau hanya dipakai untuk berpesta sampai lupa daratan?

Gol A Gong/ChatGPT

REDAKSI: Di meja makan bukan sekadar tempat orang atau sebuah keluarga makan. Di sana akan banyak ditemukan cerita-cerita sebuah keluarga tentah ayah, ibu, dan anak-anak. Juga cerita-cerita penuh makna agar kita tidak selalu memikirkan perut. Tapi di meja makan kita bisa juga mendengarkan mutiara-mutiara kehidupan agar kita bisa selamat menjalani kehidupan ini.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==