Pada Rabu 5 Februari 2025, saya ditemani istri ke Taman Sari, Kota Serang. Hari itu ada peristiwa sejarah, yaitu pembongkaran kios-kios seni di sisi timur Taman Sari. Tapi sebelum pembongkaran dimulai pada pukul 09.00 WIB, pandangan mata saya tertuju pada seorang lelaki bersepeda dengan rompi biru, dan ada beberapa lembar koran di tas yang diletakkan di jok belakang.


Saya langsung mendekati dan mengajaknya berbicara. Pak koran itu bercerita, sebelum era media online, dia bisa menjual korannya sekitar 20-25 eksemplar. Sekarang bisa 10 eksemplar saja hebat. Saya membeli koran lokal Radar Banten seharga Rp. 4000,-


Kita boleh asik dengan era digital, membaca yang serba online. Tapi jangan tinggalkan tradisi cetak dan kertas. Jika kamu sedang melintas di perempatan jalan atau di keramaian seperti pasar, stasiun, terminal bus dan ada penjual kora, sedekahlah. Beli satu atau dua koran, ya. Itu akan snagat membantu untuk menjaga para pejuang literasi cetak di negeri ini.
Gol A Gong



