Jarak warung seblak dari rumah Elina Putri sangat dekat. Sekitar 4 menit menggunakan motor, kita sudah sampai ke tempat tujuan.
“Pilih saja topingnya sendiri, ya!” kata ibu yang memiliki warung.

Kami memilih toping dengan selera yang berbeda-beda. Walau perut sudah berkata cukup, namun melihat seblak yang menurut Elina sangat enak, terus saja memilih. Aku ikut tergiur dan memesannya.
Banyak obrolan hangat yang tertuang di dalam pertemuan tersebut. Baik tentang perkuliahan, pekerjaan, percintaan, aktivitas sehari-hari, dan sebagainya.

“Aku faham betul. Lulus kuliah bukan akhir dari perjuangan. Justru sebaliknya, setelah lulus kuliah merupakan perjuangan sesungguhnya untuk mengenal kehidupan,” lirih hati berbisik riak dalam sanubari.
Hari itu kami tertawa bersama, mengenang kembali alur masa lalu saat di bangku perkuliahan di UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang. Sebab hanya dengan pertemuan, semua kenangan bisa muncul ke permukaan. (*)


