Mengenang Masa KKN dulu di Rumah Elina Putri

Kami masih menunggu Ahlul Ilmi, yang kebetulan telat hadir karena ada jadwal test psikotes untuk melamar pekerjaan. Setengah jam berlalu, dia datang menggunakan motor Scoopy, dengan topi khas penyair yang dipakainya.

“Ayo, semua udah kumpul! Mari makan. Udah laper banget, nih!” gumamku pada mereka.

Kami makan bareng-bareng dengan alas dari kertas nasi. Tadinya aku pikir daun pisang lebih menarik, namun kertas nasi lebih mudah didapatkan. Nuansa rumah Elina yang berada di tengah sawah, memberi angin alam yang damai dan sejuk.

“Nasinya jangan banyak-banyak. Kan udah makan, kita mau nyeblak!” ucap Hasinah.

Namun saat makan, tetap saja. Nasi itu habis tanpa sisa. Mungkin karena dahaga dan lapar yang luar biasa, sebab paginya sengaja tidak sarapan.

Sambil menunggu nasi turun ke dasar perut, kita bermain Ludo online dari Handphone Khadijah. Permainan ini cukup lama untuk selesai, sebab ada 6 orang yang saling bergilir menunggu Ludonya berjalan. Tak terasa, waktu sudah hampir sore, akhirnya kita melanjutkan untuk pergi ke warung seblak.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==