Menikmati Indahnya City Light Malang dari Bukit Bintang

Malang memang terlampau jauh dari provinsi Banten, tempat tinggalku, namun aku percaya aku bisa menginjakkan kaki di Malang. Aku memberanikan diri untuk meminta izin kedua orang tuaku.

Setelah diizinkan, aku langsung menghitung segala biaya yang dibutuhkan untuk sampai di Malang. Mulai dari biaya transportasi, biaya makan, biaya sewa motor dan perintilan-perintilan lainnya. Aku menyesuaikan budget yang ada, maklum mahasiswa. 

Aku dan dia segera mengatur rencana perjalanan ke Malang, agar tidak bingung kedepannya. Kita sepakat untuk bertemu di Surabaya terlebih dahulu, barulah nanti kita pergi ke Malang menggunakan sepeda motor sewa. Karena kebetulan temanku juga belum mempunyai kendaraan roda dua kala itu.

Pemandangan city light Malang dari sisi kiri Bukit Bintang

Hanya jeda satu malam sebelum keberangkatanku ke Surabaya. Malamnya, aku langsung berkemas. Aku hanya membawa tas ransel yang isinya baju ganti, alat mandi, skincare, make up, uang tunai dan kartu-kartu penting.

Aku juga membawa tas selempang kecil untuk tempat dompet dan perintilan lainnya. Aku memesan tiket kereta api H-2 sebelum keberangkatan. Aku berangkat ke Malang pada hari Rabu, tanggal 29 November 2023.

Aku berangkat dari Serang pukul 05.30 dengan menggunakan ojek online menuju stasiun lokal Walantaka dengan tarif Rp24.900. Jarak menuju stasiun sekitar 10,7 km dan menempuh perjalanan selama kurang lebih 20 menit.

Dari stasiun Walantaka, aku menempuh perjalanan selama 45 menit untuk sampai di Stasiun Rangkasbitung dengan tarif 3.000 rupiah. Aku memesan tiketnya malam hari sebelum hari H keberangkatan di jam 06.20 WIB. 

Sesampainya di Stasiun Rangkasbitung, aku buru-buru menuju loket untuk scan tiket dan kembali masuk KRL agar dapat tempat duduk dan bisa melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Transit Tanah Abang.

Alhasil, aku mendapatkan tempat duduk di KRL, yappp di sisi ujung dekat dengan pintu KRL itu sendiri. Disitulah tempat duduk favorit ku ketika di kereta. Perjalanan nya menempuh waktu 2 jam 45 menit dengan tarif Rp8.000.

Aku mengisi waktu selama perjalanan dengan mendengarkan musik lewat headseat yang aku hubungkan dengan spotify. Kereta berjalan beriringan dengan ramainya pekerja yang memenuhi kereta. Tak lama kereta berangkat, aku terkantuk dan tidur selama perjalanan menuju stasiun tanah abang dengan tas ransel di pangkuanku.

Setelah tiba di stasiun transit tanah abang, aku langsung beranjak untuk pindah ke line 03 tujuan Jatinegara. Hanya membutuhkan waktu sekitar 18 menit untuk sampai di stasiun Jatinegara. Setibanya di stasiun Jatinegara, aku harus menuju line 05 arah pasar senen dan aku memutuskan untuk naik lift. Setelah menunggu kereta sekitar 7 menit, sampailah kereta tujuan pasar senen.

Aku memutuskan untuk berdiri di pinggir pintu kereta selama perjalanan menuju stasiun pasar senen, karena hanya memakan waktu sekitar 15 menitan saja. Dari stasiun tanah abang sampai stasiun pasar senen memerlukan tarif 6.000 rupiah.

Aku sampai di stasiun pasar senen pukul 10.45 WIB, sedangkan tiket kereta antar kota yang kupesan berangkat pukul 14.30 WIB. Aku memesan kereta antar kota “KERTAJAYA” tujuan akhir stasiun Surabaya Pasar Turi yang menempuh waktu 10 jam 30 menit dengan harga Rp250,000 melalui aplikasi KAI ACCES. Aku mempunyai waktu menunggu selama kurang lebih 3 jam. Karena terlalu excited pergi ke luar kota sendiri, aku sampai terlalu cepat di Stasiun Pasar Senen.

Aku mendatangi mesin cetak tiket untuk memasukkan kode tiket yang sudah kubeli agar menjadi selebaran tiket fisik. Di sela-sela waktu menunggu keberangkatan kereta, aku berinisiatif untuk membeli beberapa camilan dan minuman untuk menemani perjalanan menuju Surabaya.

Karena aku belum sarapan, tak lupa aku juga membeli makanan berat, yaitu nasi dan ayam krispy yang aku beli di Indomaret stasiun dengan harga 23.000 rupiah. Oiya, hampir lupa, sosis keju indomaret seharga Rp.12,000 juga ikut kubeli. Camilan, minuman, dan nasi yang sudah kubeli aku gabungkan jadi satu di dalam totebag berukuran besar. Sudah kebayang kan bagaimana barang bawaanku saat itu?

Aku melaksanakan sholat dzuhur di mushola tempat tunggu keberangkatan kereta. Setelah menunaikan sholat dzuhur, aku membuka aplikasi tiktok dan mulai mencari destinasi-destinasi rekomendasi yang wajib aku kunjungi ketika sampai di Malang nanti. Tak terasa, pukul 14.10 WIB, pengumaman untuk masuk kereta tujuan Surabaya sudah disiarkan oleh petugas melalui speaker.

Aku bergegas menuju tempat chek-in dengan barang bawaanku yang lumayan berat. Padahal banyak petugas jasa angkut yang menawariku untuk membantu, tapi aku menolak. Karena aku masih sanggup untuk membawanya sendiri. Di tempat chek-in, aku hanya perlu menunjukkan KTP dan tiket fisik yang sudah kucetak tadi.

Aku memilih gerbong 13 dengan nomor tempat duduk 19 di dekat jendela kereta. Kereta yang kunaiki adalah kereta ekonomi premium dengan tempat duduk seat 2-2. Wah, aku tidak sabar menanti pemandangan indah di depan sana.

Sebelum kereta berangkat, aku menikmati nasi dan ayam yang sudah kubeli sebelumnya. Tepat pukul 14.30 WIB, kereta bergerak berangkat menuju Surabaya. Jantungku berpacu cepat, karena tersadar betapa jauhnya perjalanan yang akan kutempuh kali ini, ditambah aku hanya seorang diri.

View malam pintu masuk Stasiun Surabaya Pasar Turi

Aku mulai mengabari temanku bahwa aku sudah berangkat dari Stasiun pasar senen menuju Surabaya. Ia menjawab cepat, “Wah, alhamdulilllah. Hati-hati ya”. Selama perjalanan, aku melihat banyak pemandangan indah yang memanjakan mata, mulai dari pinggir pantai, perbukitan, bahkan sawah-sawah hijau yang membentang. Selalu kuucap syukur dalam hati setiap kali melewati pemandangan-pemandangan itu.

Kebetulan, kursi di sampingku kosong, jadi aku bisa sepuasnya berganti posisi agar tidak bosan di dalam kereta. Sepanjang perjalanan, aku hanya mengisi waktuku dengan memakan camilan, mendengar musik, mendengar kajian, berbalas pesan, scroll Instagram atau tiktok, dan sesekali tertidur. Aku sampai bingung untuk mengatur posisi tidur ku karena kereta tak kunjung sampai di tujuan.

Jam di handphone ku menunjukkan pukul 00.19 WIB, yang artinya tak lama lagi aku sampai di stasiun tujuan akhir Surabaya pasar turi. Aku bergegas untuk bersiap, mulai dari merapihkan kerudung dan memakai sepatu. Tak lupa untuk membuka pesan dari temanku, yang isinya “Aku sudah di stasiun ya, Aku tungguuu!”

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==