Kami berdua sama-sama excited untuk bertemu satu sama lain. Aku tiba di stasiun Surabaya pasar turi tepat pukul 00.30 WIB. Aku mencari keberadaan temanku yang sudah menunggu. Kami berpelukan untuk sekedar melepas rindu. Untuk menghemat biaya, aku memilih untuk bermalam di kost temanku yang berlokasi di jemurari, Surabaya.
Kami langsung menuju kost untuk istirahat dengan menggunakan sepeda motor sewa merk Vario dengan tarif Rp.75,000/hari. Kami sepakat untuk patungan membayar sewa. Jarak stasiun menuju kost hanya sekitar 9 km.
Paginya, kami mencari sarapan terdekat. Kami menemukan sego pecel khas Surabaya yang penjual nya seorang Wanita lanjut usia di depan gang kost. Kami membeli 2 bungkus sego pecel dan beberapa gorengan serta kerupuk, hanya sekitar Rp20,000 lengkap dengan bonus air teh tawar hangat.
Setelah sarapan, kami bersiap untuk melanjutkan perjalanan. Pukul 11.00 WIB, kami langsung menuju Kota Malang yang menempuh perjalanan kurang lebih 2,5 jam. Kami hanya berbekal Google Maps untuk sampai di Malang.

Sebelum berangkat, kami memutuskan untuk isi bensin full tank terlebih dahulu. Perjalanan lancar, hanya saja kami beberapa kali berhenti untuk istirahat atau hanya sekedar minum dan menikmati pemandangan Kota Malang.
Suasananya mulai terasa, dinginnya Malang sangat berbeda dengan hawa panasnya kota Surabaya. Di tengah perjalanan, hujan deras tiba-tiba turun. Kami berhenti di pinggir jalan untuk memakai jas hujan yang sudah include dari sewa motor tersebut. Kami melanjutkan perjalanan dengan perlahan karena jalanan yang lumayan padat dan licin. Kami tiba di Malang pukul 15.30 WIB. Kami berhenti di masjid untuk melaksanakan sholat ashar.
Setelah selesai sholat ashar, kami langsung bergegas untuk mencari pengganjal perut. Aku memutuskan untuk mengajak dia mampir di salah satu restoran yang terkenal di malang. Ya, Mie Bakar Celaket. Lokasinya ada di Jl. Jaksa Agung Suprapto Gg.1 No.22, Samaan, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur.
Mie bakar yang hanya ada di Malang, tidak ditemukan di kota lainnya karena hanya punya 2 cabang di Malang. Mie bakar yang viral ini sangat membuat aku penasaran. Kami harus waiting list untuk menikmati mie bakar khas malang itu.
Setelah sekitar 20 menitan menunggu, akhirnya giliran kami untuk memesan mie bakar. Aku langsung memesan 2 porsi dine in. Banyak pilihan menu yang beragam. Aku memesan paket combo yang sudah termasuk minum dengan harga Rp.33,000/porsi.

Perpaduan mie dan bumbu western yang dilengkapi dengan aneka topping dan keju mozzarella yang lumer, wahhh enak sekali rasanya. Ditambah suasana Kota Malang yang sedari tadi memang diguyur hujan, menjadi point tambahan saat menikmati lezatnya mie bakar.
Setelah kurang lebih 1 jam menikmati lezatnya mie bakar celaket, kami langsung bergegas untuk menuju destinasi utama yaitu Bukit Bintang yang berlokasi di Kota Batu, Jawa Timur. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 40 menit dengan jarak 19 km dari tempat kami berada.
Sejuknya sore ditambah hawa setelah hujan makin membuat kami menggigil selama perjalanan. Jalanan menuju bukit bintang lumayan menanjak. Kami sampai di bukit bintang pukul 18.15 WIB. Sebelumnya, kami berhenti sejenak di masjid untuk menunaikan sholat maghrib.
Sesampainya di sana, kami tidak perlu membayar tiket masuk (alias GRATIS) dan langsung memarkirkan motor dengan tarif Rp5.000. Di sana, kami sudah disediakan alas duduk dan meja untuk menikmati makanan sambil melihat pemandangan city light Kota Malang. Banyak berjejer stand makanan dan minuman mulai dari pintu masuk hingga di dalamnya.
Kami membeli bakso malang dan beberapa bakaran. Kami menikmati indahnya city light kota malang lewat bukit bintang. Dua porsi makanan yang tadi kami beli tentu tidak cukup untuk kita berdua. Akhirnya, temanku kembali membeli kentang dan singkong goreng lengkap dengan es coklatnya.

Kami hanya menghabiskan uang sekitar Rp.60,000 untuk makan sambil menikmati indahnya kota malang malam itu. Kami menghabiskan waktu di bukit bintang dengan sesekali mengambil gambar atau video untuk diabadikan. Setelah kurang lebih 2 jam menikmati indahnya citylight malang, kami memutuskan untuk pulang menuju Surabaya.
Di tengah perjalanan pulang, perut kami terasa keroncongan. Akhirnya kami mencari tempat makan pinggir jalan. Tak lama, kami menemukan warung lamongan pinggir jalan yang lumayan ramai pengunjung. Akhirnya, kami memutuskan untuk makan disana.
Menunya sederhana, ada ayam, bebek, dan juga sate-satean seperti usus, kepala ayam, ampela, dll. Kami memesan 1 porsi ayam goreng, 1 porsi bebek goreng,2 porsi nasi uduk,1 porsi tahu tempe dan 1 gelas es teh manis. Wanginya sangat menggugah selera. Dan benar adanya, rasanya tidak pernah aku temukan di warung lamongan daerahku.

Nasi uduknya disajikan dengan bawang goreng dan bumbu hitam khas nya. Ayam dan bebek goreng nya ditaburi kremesan yang garing dan krispy. Sambalnya sudah ada di meja makan masing-masing. Jadi, sambalnya bebas ambil sepuasnya.
Wahhh, menggiurkan bukan? Yang membuat nikmat adalah sambal dan bumbu hitam khas yang dimiliki warung lamongan itu, tidak bisa ditemukan di warung lamongan lainnya. Kami hanya menghabiskan Rp.35,000 untuk menikmati santapan malam hari itu.
Setelah perut terisi, kami segera melanjutkan perjalanan pulang dan sampai di Surabaya pukul 00.10 WIB. Setelah tiba di kost temanku, kami langsung bersih-bersih dan lanjut istirahat.
Malang memang penuh kenangan kan teman-teman, kapan nih giliran kalian?

Neyza Nur Eisyah Agisti. Mahasiswa jurusan Bimbingan & Konseling Islam di UIN SMH Banten. Remaja kelahiran Lampung yang sedang berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat untuk sesama. Mempunyai cita-cita menjadi pengusaha muda yang sukses.

Traveling: Tayang setiap hari Jumat. Kamu punya cerita traveling? Tidak selalu harus keluar negeri, boleh juga city tour di kota sendiri atau kota lain masih di Indonesia. Antara 1000-1500 kata. Jangan lupa transportasi ke lokasi, kulinernya, penginapannya, biayanya tulis, ya. Traveling diluar negeri juga oke. Fotonya 5-7 buah bagus tuh. Ada honorarium Rp100.000. Kirim ke email gongtravelling@gmail.com dan golagongkreatif@gmail.com dengan subjek: traveling

