Ya, Mbak Rama masih satu hari lagi tinggal di Larantuka, maka kesempatan ini digunakan Bang Silvester Petara Hurit untuk mengundangnya berkunjung ke tempat latihan Nara Teater. Bang Sil juga mengundang teman-teman dari komunitas lain, yang sering terlibat dalam kerja-kerja kesenian bareng dengan Nara Teater.

Kesempatan ini digunakan seluas-luasnya oleh teman-teman Nara Teater untuk berkenalan lebih jauh dan intens dengan cerita inspiratif perjalanan berkesenian Mbak Rama, yang ramah dan santun menjawab apa yang ditanyakan. Astri Kia, anggota Nara Teater, begitu antusias mendengar setiap cerita dari Mbak Rama.

Hari semakin sore dan gelap. Beberapa anggota Nara memanjat pohon kelapa untuk disajikan kepada Mbak sebagai sajian sederhana sambil menikmati keindahan sore di Pantai Nara.


