Kami merendam kaki di pinggir pantai, yang di beberapa titik memiliki sumber air panas yang entah berasal dari mana. Namun dari kisah orang-orang, air panas ini adalah bagian masa lalu saat gunung Ile Mandiri meletus.

Malam harinya Bang Sil menjamu kami. Menu sajian lokal yang menggoda dan keramahan tuan rumah, khususnya istri dari Bang sil, membuat kami tak malu untuk menambah porsi.

Malam makin larut dan dingin. Kami berpamitan pulang dan berpisah. Hari yang indah. Semoga menjadi kenangan berarti yang akan dibawa pulang Mbak Rama sebagai cerita yang berkesan. (*)


