Menurut Muhammad Faruq, alangkah baiknya tokoh tersebut tidak hanya dari orang-orang penting yang ada di Bank Indonesia Provinsi Banten. “Kita bisa menulis para Sultan banten, seperti Sultan Ageng Tirtayasa,” ucapnya.

Gol A Gong menjelaskan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika menulis tokoh, di antaranya:
a. Fahami kehidupan tokoh
b. Memasuki kehidupan tokoh, perlu riset dan wawancara
c. Tarik cerita yang inspiratif dan mengagumkan
“Kita bukan hanya menulis profil tokoh, namun ada visi-misi mereka yang dituangkan dalam tulisan, sehingga gagasan mereka tentang kehidupan tertuang dengan baik,” ujar Gol A Gong, Duta Baca Indonesia periode 2021-2025.

Webinar berjalan dengan baik dan lancar, para peserta turut antusias memberikan saran, tanggapan, dan pertanyaan. Di akhir acara, Gol A Gong memberikan ide bahwa tokoh yang ditulis nanti, tidak harus pejabat atau pahlawan nasional.
“Ibu pedagang kaki lima yang sepuh, namun dapat memberikan pendidikan hingga jenjang kampus kepada anak-anaknya, itu juga tokoh inspiratif yang patut ditulis,” ungkap Gol A Gong, narasumber utama sebelum ditutup sesi dokumentasi. (*)



