Ketika kita hendak menulis novel, mulailah dengan puisi. Resapsi seperti kopi pahit. Nikmti hingga ampasnya.
Pahit, itulah rasa yang ada di hati pembaca kebanyakan. Saat menulis novel Balada Si Roy, riset selama 6 tahun, saya menemukan rasa pahit itu: kehilangan. Dan saya menuliskannya dalam puisi di atas.

Balada Si Roy adalah tentang kehilangan. Selama 6 tahun, saya menemukan banyak kehilangan di jalanan. Saya kumpulkan dan saya tuliskan:
pahit itu biasa
manis itu juga biasa
segala rasa
ada dalam darahku
: reguklah!
Gol A Gong
Duta Baca Indonesia

Halaman: 1 2

