Sabtu, 25 Januari 2025, menjadi hari unik yang cocok untuk ditulis. Kala malam dihiasi bintang menyapa beberapa kendaraan yang berlalu lalang. Saya dan beberapa teman Kelas Menulis Rumah Dunia (KMRD), berkeliling untuk menempel flyer KMRD sebagai usaha untuk menarik minat masyarakat sekitar, khususnya yang ada di wilayah Kota Serang.
Dalam Rangka menyebarluaskan flyer KMRD, saya dan kawan lainnya berkeliling kampus UNTIRTA yang ada di Kota Serang sebagai jalan untuk mempromosikan kegiatan KMRD. Rute dimulai dari parkiran kampus Untirta Ciwaru, gedung asrama, laboratorium bahasa, dan kantin mahasiswa.

Bukan tanpa alasan, flyer ini dibuat dan ditempelkan ke beberapa kampus untuk mendata dan mengetahui sejauh mana penggunaan mading di tiap kampus. Apakah mading itu berfungsi dengan baik—mahasiswa mau membaca informasi dan mendapatkan berita, atau sebaliknya. Pun jika tidak, pastinya flyer itu akan terus menempel dengan jangka lama, selagi tidak diganti atau dirubah posisinya.
Hal ini persis seperti yang dilakukan oleh kelompok masyarakat yang mendukung salah satu paslon politik. Tengah malam mereka akan sibuk menempel spanduk atau baliho di tepi jalan, pepohonan, trotoar, bahkan ruman warga. Dengan membawa gunting, tali, pisau dan perkakas lainnya, mereka siap memasang spanduk untuk mendukung dan memenangkan salah satu paslon pilihannya.

Jika mereka memasang spanduk kegiatan OPD atau kampanye pemenangan karena mendapatkan amplop atau bayaran, tepatnya untuk mengisi dari tenggorokan hingga ke perut, maka kami menempelkan flyer Kelas Menulis Rumah Dunia ini karena sukarelawan untuk memenuhi asupan leher hingga rambut.
Antara kebutuhan finansial dan keikhlasan, sangat berlawanan pada cerita di atas. Maka, arah mana yang kalian tuju? Barangkali itulah jati dirimu.
*) Fazri, relawan Rumah Dunia



