Rumah si Uzi ini sering saya singgahi, karena kakak si Uzi – Maya Rani Wulan , sobat sekelas di SMAN 1 Serang. Pak Munir – ayah mereka, tokoh seni di Serang, sering saya ajak diskusi juga soal peta kesenian di Banten.

Tiba-tiba saya melihat banyak pohon kuping gajah tidak terawat di halaman rumah. Ya, tidak terawat karena rumah ini kosong. Sejak orangtua mereka wafat, si Uzi dan kakak-adiknya menyebar menempati rumah mereka sendiri. Si Uzi bermaksud membuat Cafe Mang Jaseng bersama Andi dan Selvy Kanesya .
Saya minta satu pot kuping gajah. Saya akan coba merawatnya supaya jadi besar dan indah seperti kuping gajah Emak seperti juga kami merawat persahabatan ini… (Gol A Gong)


