Murtado, Buruh Pabrik yang Punya “Segudang” Bisnis Sampingan

“Dari dulu saya memang semangat bekerja. Memang dalam membangun bisnis, harus fokus pada satu bidang dulu. Kalau sudah berhasil, baru bisa buka cabang yang lain,” kata Tado, saat ditemui di kediamannya di Kampung Ocit, Desa Ciagel, Kecamatan Kibin, Rabu (3/8/2022).

Saat masih kuliah di kampus STIE Bina Bangsa, sekarang menjadi Universitas Bina Bangsa (Uniba), Tado pernah menjajal buka usaha warung, bisnis martabak mini hingga usaha membuka steam motor. “Semua usaha itu dijalani dengan happy saja. Kan katanya kita itu punya jatah gagal dalam berbisnis. Nah, saya ingin menghabiskan jatah gagal itu. Sehingga ke depannya semoga bisa berhasil,” papar lulusan Uniba 2013 ini.

Sejak 2017 hingga kini Tado masih bekerja sebagai buruh di salah satu pabrik di Serang. Tapi Tado tak mau hanya mengandalkan gaji dari pabrik. Maka ia mencari bisnis sampingan. “Bukannya saya enggak bersyukur dan merasa kurang. Dalam Islam kan katanya, jika kita sudah selesai dalam satu urusan, kita disuruh mengerjakan hal lain. Lagipula mimpi-mimpi saya masih banyak. Maka harus punya pemasukan dari usaha yang lain. Biar gaji dari pabrik buat kebutuhan dapur. Penghasilan dari bisnis sampingan, bisa buat keperluan lain,” cerita suami dari Siti Maryani (30) ini.

Sejak Oktober 2021, sambil bekerja, Tado mulai berjalan usaha tabung Gas Elpiji. Untuk usaha ini Tado menghabiskan modal awal pembelian tabung kosongnya saja sekitar Rp.35.000.000.- untuk 250 tabung kosong. Dan membeli mobil Pick-up bekas seharga 65 juta sebagai alat untuk mengangkut tabung gas dan mengirimkannya ke konsumen.

Selain usaha tabung gas, Tado juga ternyata punya usaha sampingan lain. Bersama empat orang temannya, sejak awal 2021, Tado membuat CV Ezza Jaya Makmur yang bergerak di bidang supplier barang dan jasa. Untuk bidang usaha CV ini sudah mulai berjalan dan mendapatkan klien dari pabrik dan perkantoran. Terakhir CV Ezza Jaya Makmur pernah mendapat klien dari pabrik di Cikande untuk mengecat satu gedung. Waktu itu nilainya menyentuh angka 50 juta rupiah. “Itu omzet kotor ya,” katanya menegaskan.

Saat ditanya bagaimana membagi waktu antara bekerja di pabrik dengan menjalankan usaha bisnisnya, Tado mengaku, usaha bisnisnya dilakukan setelah pulang kerja.

“Itung-itung sambil cari kesibukan saja. Kan kirim gas juga ga setiap hari. Paling kalau sedang ada pesanan saja. Dan enggak mengganggu kerja di pabrik. Untuk penghasilan dari gas, ya luamyan lah meski kecil-kecil juga,” jelasnya meminta tidak disebutkan jumlah penghasilan dari usaha gas ini.

Ternyata hasrat untuk membuka bisnis baru masih dimiliki Tado. Ia mengaku, ke depan dirinya mempunyai mimpi ingin membuka usaha toko sembako grosir. “Doakan saja. Semoga mimpi ini bisa segera terwujud,” pungkasnya. *

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

2 Komentar

  1. semoga pengalaman saya bisa meng inspirasi bagi banyak orang
    “tetap semangat dan jangan mudah menyerah”

  2. mantap semangat. sy juda sudah ada sampingan, tapi masih kecil, cuma utk kebutuhan hobi saja.
    pengennya punya suatu produk. tapi blom kepikiran apa produk yg ingin dibuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==