Dulu, nasi uduk Ibu Yati mulai buka dari pukul dua dini hari hingga subuh. Saya dan teman-teman ketika merasa lapar pada malam hari, selalu lari ke tempat nasi uduk Ibu Yati. Kadang malam hari, lebih seringnya makan bada subuh.

Jika malam hari, pembeli nasi uduk Ibu Yati, selain dari orang kampung sekitar, kebanyakan orang-orang yang baru pulang dari pasar ikan di Jakarta, atau sesekali saya pernah satu meja dengan para biduan dangdut yang baru pulang sehabis manggung.

“Bahkan Subro, penyanyi dangdut itu, sebelum terkenal seperti sekarang, dulunya sering mampir makan di sini. Sampai penceramah KH. Muhit asal Laban, Tanara, juga sering makan di sini,” cerita Yati, Rabu (6/7/2022).

Yati mengaku, setiap hari bisa menghabiskan 25 kilo beras untuk nasi uduk saja. Dan 10 liter beras ketan. Dan penghasilannya bisa mencapai 5 jutaan. Selain menjual nasi uduk, Yati juga membuat ketan dan lontong sayur dengan beragam lauk-pauk. Yang paling banyak dicari pelanggan nasi uduk dan ayam kampungnya yang terkenal enak dan empuk.

Yati bercerita, dulu jalan selikur banyak dilewati orang-orang. Sejak banyaknya jalan alternatif dan kondisi jalan yang bagus, orang-orang yang habis ke pasar Jakarta sudah jarang yang lewat Selikur.

“Resep nasi uduknya saya dapat dari ibu saya. Namanya Ibu Maes. Saya meneruskan usaha ibu. Dan sejak 2019 lalu, diteruskan sama anak saya Amnah,” tutur Yati.
Yati masih ingat betul, dulu di tahun 1999, harga nasi uduknya dengan ayam kampung hanya 4 sampai 5 ribu rupiah. Sekarang sudah 17 ribu rupiah.

Saat diteruskan Amnah, jam buka nasi uduk Ibu Yati bergeser. Buka dari pukul 15.00 WIB hingga malam hari. “Kadang tutup sampai pukul delapan malam. Kalau sedang ramai, pukul tujuh malam sudah habis,” kata Amnah (42).

Amnah bercerita, sejak kecil ia sering membantu ibunya berjualan. Dan sekarang posisi itu dipegang olehnya. “Kasihan, ibu sudah mulai tua. Ibu biar istirahat saja. Tapi resep rahasia uduk keluarga tetap dari ibu, saya hanya meneruskan,” paparnya.
Salah satu pembeli uduk, Asep Saefullah (35) mengaku pelanggan setia uduk Ibu Yati. “Saya asli Selikur. Tiap hari saya makan di sini terus. Uduknya enak. Beda dengan yang lain. Terus harganya juga terjangkau,” kata Asep.

Hal yang sama juga dikatakan Fahril (14), yang sedang membeli nasi uduk. Dia mengaku sering beli uduk di sini. “Langganan udah lama. Uduk Bi Amnah enak banget,” paparnya.
Nasi uduk Ibu Amnah cukup terjangkau. Harga nasi uduk plus sayur tempe orek dan bihun dibanderol 5 ribu rupiah. Jika ditambah dengan telor, hanya 9 ribu rupiah.
Kamu pernah makan nasi uduk Ibu Yati? Ayo, makan Nasi Uduk Selikur Legendaris Tiga Generasi. Saya antar. *
Wayang Wayang

