Hal ini disadari betul oleh Simpasio Institute yang memang berkonsentrasi dan aktif menghidupkan literasi anak di Larantuka dengan cara cara kreatif . Salah satu lewat media audio visual. Malam 27 Mei 2023 di halaman depan Simpasio Institute digelar nonton film berkualitas yang dihadiri oleh lintas generasi juga lintas komunitas.

Malam itu diputar Film dokumenter yang disutradarai mahasiswa Jentera, Gregorius Yoseph Laba berjudul “HOPE: Strive for Climate Strike”. Film ini berhasil meraih predikat 1st Place Winner dalam The University of Toronto Sustainability Film Festival (UTSFF) 2023.
The University of Toronto Sustainability Film Festival (UTSFF) 2023 merupakan festival film internasional yang diikuti oleh beberapa negara seperti Brazil, Indonesia, Kanada, Pakistan, dan Nigeria, dengan tujuan peningkatan kesadaran publik terkait Pembangunan Berkelanjutan PBB (UN Sustainable Development Goals) melalui media film..

Pada film “HOPE: Strive for Climate Strike” Yoris bekerja sama dengan produser Alfred Ike Wurin dari Lingkar Timur Documentary, menceritakan dampak bencana iklim Siklon Tropis Seroja di Lembata dan Adonara, Nusa Tenggara Timur, bagi penduduk lokal dan khususnya dunia pendidikan. Dalam film tersebut kemudian juga diangkat tiga isu dalam Sustainable Development Goals (SDGs) yakni Quality Education, Climate Action, dan Partnership for the Goals.
Setelah film dokumenter tersebut diputar dilanjutkan dengan diskusi. Bernadus Tukan sangat mengapresiasi film ini.

“Film ‘Hope’ menunjukkan kepada kita kerja-kerja luar biasa dari anak muda hebat bernama Lingkar Timur Dokumentary,” kata Bernadus.
Ada banyak masukan bagi teman teman yang hadir dan diterima baik oleh Alfred Ike Wurin dan teman-teman dari Lingkar Timur Documentary.

“Kami semakin bersemangat dan akan berbuat yang terbaik untuk produksi film selanjutnya,” ktaa Alfred.
Harapannya film “Hope” bisa diputar di sekolah-sekolah maupun komunitas-komunitas sebagai media pembelajaran muatan lokal dalam versi audio visual.
Zaeni Boli



