Setiap jengkal tanah Nusantara saya injak. Setiap napasnya aku nikmati. Udaranya, pantainya, gunungnya, orang-orangya yang mengeluh tentang ketidakadilan, rasa kehilangan, dan banyak lagi tentang suka-duka kehidupan.

Lahirlah novel “Balada Si Roy” dari pergulatan di jalanan. Dimuat bersambung pertama kali di Majalah HAI edisi 8 Maret 1988. Kemudian diterbitkan jadi buku oleh Gramedia pada 1989.

Balada Si Roy ternyata berhasil memikat hati pembaca. Seperti kata para pembaca Balada Si Roy, “Balada Si Roy seolah sudah bukan lagi cerita, melainkan sikap. Cara seseorang memandang persahabatan, juga kehidupan.”

Saksikan film Balada Si Roy di bioskop kesayangan Anda pada 19 Januari 2022. Serentak di seluruh kota Indonesia.


