Narasumber diskusi, Firza Review, mengatakan generasi muda lebih menyukai kuliner luar atau makanan siap saji ala Barat dibandingkan makanan khas daerah. Ia juga menerangkan hasil risetnya di beberapa wilayah yang pernah ia kunjungi.

“Banyak sekali orang yang lebih senang dengan makanan luar, sedangkan makanan khas Banten mulai jarang diminati,” ujar bapak satu anak ini.

Ia juga menjelaskan keprihatinannya terhadap makanan khas Banten yang dianggap seperti akan punah, padahal didalamnya banyak sekali nilai sejarahnya.

“Persoalan macam ini menjadi tantangan tersendiri, dan inilah yang menjadi giat saya untuk terus menyuarakan wisata kuliner di Banten,” ungkapnya

Usulnya, kegiatan wisata kuliner yang dikemas dengan teknologi sebagai upaya untuk mengembalikan selera anak muda terhadap makan khas Banten. (Hamzah Sutisna)



