Orakadut mengarahkan keledainya ke alun-alun Kota Golokali. “Ayo, belok!” Kedua kaki Orakadut menekan perut kedelai, eh, keledai. “Jangan kuatir, kamu tidak akan jatuh ke lubang yang sama jika lewat jalur ini!” Orakadut si gila dari Kota Golokali memukul-mukul pundak keledai dengan lembut. Dia harus memberi orasi tentang Pilpres 2024 di alun-alun Kota Golokali.

Keledai tertawa terpingkal-pingkal dengan suara seperti mesin truk tua tenaga diesel, yang mengeluarkan asap knalpot berwarna hitam pertanda polusi, eh, mau hujan. Orakadut menjewer kupingnya dengan kesal.


