Orang Baik Ada di Mana-mana

Di dalam bus dari Huoergusoi-perbatasan China dan Kazakhstan menuju Almaty, kota pertama di Kazakhstan.

“Hello, saya dari Indonesia,” saya menyapa orang-orang di dalam bus.

Terjadilah percakapan yang dramatis, hehehe. Mereka antusias bertanya tentang Indonesia. Jordy-Natasha sibuk dengan aplikasi terjemahan karena ada yang memakai Bahasa Mandarin dan Kazakhstan.

Saya tertarik dengan penumpang cowok cool yang membawa gitar. Saya sapa dia. Namanya susah saya tulis, lupa. Dia tertarik berbincang-bincang. Bahasa Inggrisnya lumayan untuk ukuran China dan Kazakhstan.

“Kamu pemusik? Punya band?” tanyaku.

“Tidak. Saya sedang belajar di sekolah musik .”

Ketika dia tahu saya sedang traveling 12 negara bersama Jordy-Natasha, dia senang sekali.

“Saya ingin Traveling ke Australia. Ayah saya Kazakhstan, ibu saya dari Xinjiang. Saya juga muslim.”

Dia saya kenalkan ke Jordy-Natasha. Umurnya setara dengan Jordy. Dia memberikan banyak informasi tentang Almaty. Misalnya nanti dari terminal bus ke penginapan sekitar 700 Tengen (kalikan Rp 33)

Ketika sampai di terminal bus, seperti biasa supir taksi menyerbu. Saya sapa mereka. Saya tanya ongkos ke Tastak Family Hostel. Ada satu supir yang menjawab, 4000 Tengen (kalikan dengan Rp 33). Saya tawar 1000 Tengen. Tidak mau. Ya, kami berencana mau beli SIM Card.

Tapi mahasiswa musik itu ternyata masih menurunkan bagasi. Dia bertanya, apakah kami sudah mendapatkan taksi. Saya ceritakan situasi dan kondisinya.

“Baik. Saya pesankan taksi online ya.”

Dia memesan dan membayarkannya juga. Tapi risikonya si supir taksi marah. Dia memanggil teman-teman supir yang lain. Terjadi percekcokan. Saya jadi ingat film-film Hollywood. Persis sekali gaya bicaranya jika sedang cekcok mulut. Untung tidak ada baku hantam.

“Kamu nggak apa-apa, nih?”

“Nggak apa-apa. Bisa saya tangani. Sesama Muslim harus saling tolong-menolong.”

Natasha menyodorkan uang 1000 Tengen untuk ongkos taksi. Tapi dia menolak. Lalu JordI Meletakkan uang itu di tas. Dia menyerahkannya kembali kepada Jordy.

Saya akhirnya menyalami dia. “Nuhun. Tararengkyu. Thanks A lot!” Kami pun berfoto-ria.

27 Januari 2026
Gol A Gong
Traveler, Author

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==