Pancasila di Mata Gubernur Sumatera Barat

Begitu pertunjukan selesai Mahyeldi langsung memyalami anggota sanggar satu persatu sembari tersenyum. Ia kemudian kembali duduk. Pembawa acara lalu mengundang Mahyeldi untuk menerima penghargaan dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Setelah itu Mahyeldi didampingi para ajudannya keluar gedung Istana Bung Hatta. Aku langsung mengejarnya. Ada beberapa hal yang ingin kutanyakan. Para peserta acara Silaturahmi Daerah Sumatera Barat langsung berkerumun menghadangnya untuk berfoto.

Aku menunggunya di luar, tepat di depan mobil dinasnya. Para ajudan sudah bersiap-siap. Begitu ia tiba aku langsung memintanya untuk diwawancarai.

“Dua sampai tiga menit saja, Pak,” pintaku. Aku mengarahkan kamera Cannon DSLR 800D-ku. Para fotografer dan jurnalis langsung lain ikut mengarahkan kamera dan handphone-nya kepada Mahyeldi.

“Pak, bagaimana pendapat bapak tentang acara Silaturahmi Daerah Sumatera Barat yang digagas oleh BPIP ini?” tanyaku.

“Dengan hadirnya BPIP di Sumatera Barat dan melaksanakan acara tentang Pancasila sebagai ideologi bangsa, menurut saya merupakan saat yang tepat menghadirkan acara seperti ini, karena banyak perubahan-perubahan yang luar biasa di kalangan pemuda khususnya. Karena selama ini nilai-nilai Pancasila kurang sampai pada mereka. Sementara pada sisi yang lain ada pengaruh-pengaruh dari luar (internet dan luar negeri-red) tentunya itu akan menjadi ancaman,” jelas Mahyeldi.

Pria dengan stelan jas hitam itu berharap bahwa pesan-pesan dari nilai-nilai Pancasila dapat sampai hingga kelurahan dan nagari, juga daerah-daerah lain di Indonesia. Sehingga nilai-nilai Pancasila yang merupakan nilai yang hadir dari masyarakat Indonesia dan diformulasikan dalam lima sila (Pancasila) dapat mengikat, dan merajut kesatuan di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang plural.

Di pelataran gedung Istana Bung Hatta, Mahyeldi meyakini dengan adanya nilai-nilai pemersatu yang dituangkan dalam Pancasila, Indonesia akan mampu mempertahankan perbedaan-perbedaan yang ada di tengah-tengah bangsa Indonesia.

“Di Indonesia yang memiliki banyak pulau, bahasa, budaya serta agama yang beraham tentunya kita rentan berselisih, namun dengan adanya nilai-nilai pemersatu yang dituangkan dalam Pancasila maka justru Indonesia mampu mempertahankan perbedaan-perbedaan dan ancaman itu, dan menjadi satu rangkaian negara kesatuan Republik Indonesia,” tegas Mahyeldi dengan semangat.

Pria berkopiah hitam itu juga berharap kedepan kesadaran bernegara dan kesadaran akan nilai-nilai Pancasila dapat sampai pada generasi-generasi muda. Sehingga dapat mempersatukan dan mengokohkan kita sebagai bangsa yang berdaulat.

“Dengan sampainya nilai-nilai Pancasila pada generasi-generasi muda kita dan tentunya kita semua, maka kita semua akan merasa bertanggungjawab untuk mempertahankan dan merawat negara Indonesia yang kita cintai ini,” pungaks Mahyeldi.

Ia juga mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang paling hebat dan paling sempurna membuktikan toleransi. Terbukti dengan hadirnya negara kesatuan Republik Indonesia Sebab Indonesia yang memiliki perbedaan yang luar biasa. *

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==