Pelatihan Flash Fiction di Folk Cafe Kota Ambon

Kami tiba pukul 19.30 WIT, para peserta pelatihan menulis flash fiction sudah menunggu. Kedatangan kami disambut Candra Henaulu ketua FLP Maluku. Pria dengan kaus silver dibalut jas hitam itu langsung membawa Duta Baca Indonesia ke depan panggung.

Duta Baca Indonesia langsung membuka acara dengan membeberkan fakta-fakta seputar minat baca di Indonesia. Menurutnya, kurang perhatian legislatif terhadap Undang Undang Sistem Perbukuan Nomor 3 tahun 2017 menjadi salah satu faktor penghambat akselerasi peningkatan minat baca di Indonesia.

Selain itu Duta Baca Indonesia juga memberikan wawasan tentang pengelolaan komunitas, agar eksis dan berkelanjutan. Menurutnya, ada beberapa hal yang harus dilakukan agar komunitas berjalan dengan baik, yaitu; (1) memiliki sekretariat, (2) memiliki relawan, (3) sumber dana, (4) program atau kegiatan, (5) networking, (6) publikasi dan dokumentasi.

“Semua itu harus diawali dengan komitmen, setelah itu konsisten. Banyak yang gagal membentuk komunitas karena mereka yang sudah komitmen, tapi konsistensinya tidak dijaga,” jelas Duta Baca Indonesia di Folk Cafe, Jumat 22 Juli 2022.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pelatihan menulis flash fiction. 23 peserta yang hadir semakin antusias menyimak. Mereka merupakan partisipasi dari beberapa komunitas; Forum Lingkar Pena Wilayah Maluku, Wanita Penulis Indonesia (WPI) Wilayah Maluku, Mafindo Maluku, Spot Bacarita, Larva Project dan Lestari Ambon.

Duta Baca Indonesia menjelaskan, untuk menulis flash fiction ada syaratnya. “Pertama dibatasi jumlah kata yang sedikit, disesuaikan dengan medianya apakah Twitter 140 karakter. Jika di FB, Intangram, atau website antara 300 – 500 kata.

Kata Gong, “Kemudian ditulis dengan satu seting lokasi, satu waktu, dan satu cerita. Tokohnya sedikit, dua sampai tiga tokoh saja. Dan yang paling penting adalah diakhiri dengan plot twist yang menghentak pembaca. “

Salah satu peseta yang hadir Riyan, perwakilan dari komunitas Wanita Penulis Indonesia merasa bersyukur dapat menghadiri acara tersebut.

“Alhamdulillah bisa hadir di sini. Banyak pengalaman dan inspirasi yang saya dapatkan dari Duta Baca Indonesia yang sangat bermanfaat bagi saya. Ibaratnya malam ini saya seperti dicharge, mendapatkan energi baru. Saya berharap terus bisa berkolaborasi untuk Maluku dan literasi yang lebih baik di Indonesia,” ungkap wanita berkacamata itu.

Acara ditutup pada pukul 22.30 WIT dengan penyerahan satu dus buku kepada FLP Maluku. Gol A Gong menyerahkannya kepada Candra Henaulu.

Buku-buku tersebut sumbangan dari Elex Media Komputindo, Agro Media, Mizan Grup, Gramedia, Sip Publishing, Sekolah Enuma Bahasa Indonesia, dan Gong Publishing melalui program Hibah Buku untuk Indonesia, yang digagas Duta Baca Indonesia.

Ini linknya:

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==