Pembinaan Komunitas Penggerak Literasi Kabupaten Pandeglang

Saya ditemani Rudi Rustiadi dan Taufik Hidayatullah menuju Pandeglang pukul 07:30 WIB. Di Pal Lima ada pohon roboh. Macet. Masyarajat gotong royong memotong batang pohon yang melintang ke tengah jalan. Satu jam kemudian kami sampai di lokasi.

Sekda Kabupaten Pandeglang memberi sambutan

Acara segera dimulai. Sekda Kabupaten Pandeglang Drs. H. Taufik Hidayat, M.Si. yang ternyata teman saya di SMPN 2 dan SMAN 1 Serang, membuka acara. Sekda berpesan, “Teknologi informasi berkembang pesat. Literasi tumbuh cepat secara daring dan luring. Penerbitan buku juga sekarang mengarah ke digital.”

Sekitar 40 peserta dari pegiat dan penggiat literasi diundang Kantor Bahasa Banten. Komposisinya 25 peserta dari Pandeglang, 15 peserta dari Lebak. Ada yang dari unsur Taman Bacaan Masyarakat, PKBM, dan komunitas literasi. Hadir Ketua Forum TBM Pandeglang Pak Yanto alias Pak Kumis, H. Lulu dari Forum TBM Provinsi Banten, dan Ugas dari KPJ Rangkasbitung.

Asep Juanda mengawali materi tentang literasi dan kiprah Kantor Bahasa Banten. Sekitar 30 menit, tongkat pemateri diberikan kepada saya. Sudah pukul 10:00. Saya memanggil Taufik untuk membuka acara dengan membaca puisi.

Sesi pertama dari pukul 10:00 hingga 12:00 diisi dengan materi “Tujuh Pilar Komunitas Literasi”. Saya menekankan, mendirikan komunitas literasi itu harus direncanakan. Sebagai Duta Baca Indonesia, saya juga memberi tahu bahwa membaca dan menulis akan meningkatkan kualitas hidup kita.

Udin Angkot juga ikut membacakan catatannya tentang “Iqro dan Sukro”.

Tujuh pilar itu:
1.Basecamp atau sekretariat
2.SDM atau relawan
3.Program
4.Dana
5.Koleksi buku
6.Promosi dan publikasi.
7.Jejaring

Saya meminta pantia membagi 4 kelompok. Tugas yang harus mereka lakukan berupa simulasi membuat nama komunitas, program unggulan, strategi mencari dana dan promosi serta publikasi. Rudi, Taufik, dan Rahmat Heldy memberi testimo seputar keterlibatan mereka sebagai relawan di komunitas literasi Rumah Dunia.

Link Video:

Seorang peserta dari gunung Kencana mendapatkan hadiah buku

Tugas terakhir, setiap kelompok membuat materi video kampanye membaca dengan durasi 1 menit. Mereka keluar ruangan dan memanfaatkan areal S’Rizky untuk syuting. Lima belas menit kemudian satu persatu video itu diputar, Luar biasa.

Gol A Gong

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==