Tanggal 19 Januari 2022, Pak Syarif dan jajarannya melepas kami di Kantor Perpustakaan Nasional RI, Salemba. Kami menuju kota pertama, yaitu Kuningan. Terus ke Tegal, Purwokerto, Banjarnegara, Semarang, Ungaran, Tuban, Jombang, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Probolinggo, Bondowoso, Banyuwangi.

Menyeberang ke pulau Bali. Kota pertama Singaraja, Denpasar, terus naik kapal ferry lagi, menyeberang ke pulau Lombok. Mampir di Mataram, Praya, Selong, Bima, Labuhan Bajo, Ruteng, Borong, Bajawa, Ende, Maumere, Larantuka, Lembata, Kupang, Melaka, Atambua, Kefa, dan Soe. Kami kembali ke rumah 10 April.

Di setiap kota bisa minimal 2 kegiatan. Bahkan rata-rata bisa 3-5 kegiatan. Di Maumere pernah sehari 8 kegiatan. Orang brtanya-tanya, Safari Literasi itu kegiatannya apa saja, ya? Biasanya motivasi menulis, literasi keluarga, cara mengelola komunitas literasi, bagaimana menerbitkan buku, seminar literasi, bedah buku, pembacaan puisi, mewawancarai kepala daerah dan tokoh literasi, juga pelatihan menulis.

Alhamdulillah, Safari Literasi sepanjang Januari-April 2022 berjalan lancar. Kami mam[ir di 33 kota, 3 bulan di perjalanan, dan berempat terbebas dari serangan virus Covid-19. Kami menolak rebahan dan bekerja di rumah. Orang-orang di setiap kota juga bersemangat menyelenggarakan kegiatan bersama kami. Sungguh luar biasa.


Setelah lebaran, bulan Mei 2022 kami berkegiatan lagi. Tapi tidak Safari Literasi. Kami mendatangi 12 lokus APBN Perpusnas RI. Tanpa kami duga, di akhir tahun ternyata kami hadir di 19 Provinsi dan menyebar di 453 lokus! Bayangkan. Berarti setiap hari ada 1 kegiatan. Ini berkat support Dinas Perpustakaan di Provinsi dan Kabupaten, Forum TBM, Forum Lingkar Pena, GPMB, IPI, penerbit, dan komunitas literasi lainnya.
Gol A Gong
Duta Baca Indonesia 2021-2025
*) Membaca Itu Sehat, Menulis Itu Hebat


