Pertunjukan yang menggunakan pendekatan multimedia dalam pertunjukan diawali dari seorang lelaki Bajo yang memantunkan pantun dalam bahasa daerah Bajo. Sebuah pantun yang asing ditelinga seperti asing kehidupan mereka yang termarjinalkan.
Kemudian barisan orang keluar dengan menyanyikan lagu Nina Bobo sementara dibelakang seorang ibu muda menjajakan dagangannya dengan membawa keliling Ikan yang ia dapatkan dari tempat pelelangan ikan. Di sisi yang lain seorang bidadari masuk membawa dunia yang lain.


Pelan-pelan pertunjukan mengalir membawakan kegelisahan selama proses penciptaan yang akhirnya disajikan sebagai bentuk pertanggungjawaban karya karena telah diikutsertakan dalam Pameran Merekam Kota 2024 Lokus Raja oleh SkolMus Multimedia Kupang.
Pameran yang berlangsung mulai dari tgl 12 – 26 Oktober ini diisi oleh banyak rekam karya yang coba dipotret kedalam bentuk seni yang beragam mulai dari seni rupa, seni multimedia, sampai seni pertunjukan. Selain itu pameran ini juga membuka ruang untuk seniman yang terlibat untuk bisa menjelaskan karyanya pada publik lewat agenda Artis Talk .


Sementara pementasan BSM yang mengambil judul Bulan Terang Ikan Terbang yang berdurasi sekitar 20 menit ini, cukup membawa penonton larut pada pertanyaan-pertanyaan sederhana tentang kehidupan yang ternyata masih saja relevan untuk terus di gelisahkan.

Turut hadir Dr. Marsel Robot, Penyair Mezra E Pellondou bersama putrinya, ada juga penyair Mario F Lawi dan penonton lain. Dr Marsel Robot turut memberikan komentar serta kritik saran untuk BSM berkaitan dengan teori dasar pertunjukan yang menjadi masukan yang sangat berarti bagi BSM yang didominasi pelajar SMK Sura Dewa.




BSM dari Larantuka sungguh merupakan teater hidup di NTT yg terus berkarya. Salut dan terus berkarya dalam kemerdekaan hakiki.