Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

Saya selama 3 tahun sebagai Duta Baca Indonesia, saya sudah menghadiri 833 kegiatan untuk kuliah umum di kampus, pelatihan menulis di kampus dan sekolah, seminar literasi di kantor pemerintahan. dan mewawancarai kepala daerah dan bunda literasi agar lahir regulasi yang berpihak pada literasi.

Mewawancarai Bupati Maros dan Bunda Literasi Maros

Tidak selalu formal. Saya berdiskusi bagaimana mengelola komunitas, pelatihan menulis, pesta puisi di cafe dengan para penyair, mengunjungi taman bacaan dan pepustakaan desa, mengenalkan literasi kepada anak-anak usia balita di PAUD/TK, dan hibah buku titipan dari penulis dan penerbit.

Denny, penulis berkebutuhan khusus (tuna netra) dari SLB Negeri Magelang.

Paling menarik adalah ketika saya mendatangi komunitas disabilitas. Anak-anak tuna rungu, tuna daksa, cerebral palsy, tuna netra. Mereka memiliki potensi di dunia literasi. Selain di seni musik, lukis, juga sastra. Banya penulis disabilitas (tuna netra) lahir di sini. Ini sejalan dengan visi inklusivitas.

Saya memang bukan pembuat keputusan. Saya hanya bisa menyodorkan fakta dan data di lapangan kepada Perpusnas RI. Semoga nanti setelah Pilpres 2024 memiliki presiden/wapres definitif, anggaran untuk perpustakaan ditambah, agar program-programnya semakin inovatif dan banyak menyasar ke golongan disabilitas, seperti memindahkan novel-novl ke dalam huruf braile dan bahasa isyarat.

Gol A Gong

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==