10 Januari 2026:
PHO SACH HA NOI: Hanoi Book Street
Made Santi, Pensosbud KBRI Vietnam, membawaku, Jordy-Natasha, dan Zee ke tempat-tempat yang menakjubkan di Hanoi. Jalan dan gang-gangnya menyimpan harta Karun. Selain kuliner unik seperti kopi telur, juga literasi baca-tulis. Barangkali aku terlalu berlebihan, bahwa ini adalah negara komunis. Merah di mana-mana. Tapi kenyataannya, perasaanku memang begitu.
Empat hari di Hanoi, 6 – 9 Januari 2026, aku seperti masuk ke masa lalu yang penuh dengan konflik dan darah, tapi kini cara berpikirnya ternyata sudah beberapa langkah lebih maju daripada kita. Aku membaca tentang Indochina, Perancis, Amerika, Rusia, Muhammad Ali, Elvis Presley, flower generation, John Lennon, Holywood yang pro-kontra dan terobsesi dengan Vietnam War.

Aku tidak tahu, bagaimana perasaan orang-orang yang selalu menabukan ideologi komunis, bahkan bisa menjadikan alat untuk menyerang bahkan menghancurkan kelompok atau seseorang jika terkait dengan komunis, jika mereka sedang berada di Hanoi. Aku kira mereka harus Traveling ala backpacker sepertiku. Dimulai dari Laos, Vietnam, dan Tiongkok. Barangkali kita harus move on dan mencermati betul gagasan yang ditawarkan Tan Malaka dalam Madilog.
“Dulunya mayat-mayat dibuang ke sini,” tiba-tiba Made Santi yang sudah bertugas di 30 negara, berhenti di sebuah gang besar yang kedua ujungnya adalah jalan besar.
Aku baca tulisan besar itu sebagai pintu masuk, “Pho Sach Ha Noi – Ha Noi Book Street”. Aku berteriak, “Gila!” Pikiranku langsung melayang, bahwa aku harus datang lagi ke Hanoi dan bermukim 1 hingga 3 bulan. Dulu aku pernah lama mukim di India dan Bangkok.a

Pelan-pelan aku menyusuri lorong ajaib ini. Jordy-Natasha juga seperti menemukan mainan. Di rumahku, tidak ada ruangan tanpa rak-rak dan bukunya. Aku harus membawa istriku ke sini untuk nanti menata ulang Rumah Dunia, komunitas literasi yang kami kelola bersama para relawan.
Aku merasa seperti sedang memasuki Pasar Baru. Cukup besar gangnya. Di kiri-kanan ada kios-kios buku plus cafe. Ini pukul 13:30 PM, orang-orang sedang di ujung lunch break.
Gol A Gong
Traveler, Author
*) Di dalam kereta dari Ha Noi ke Lao Chai, perbatasan China



