Seperti yang dijelaskan oleh Prof Azyumardi Azra dalam buku “Indonesia Bertahan”. Alasan Indonesia tetap bertahan sampai saat ini, terkait banyak dengan tradisi sosial- budaya dan keagamaan yang memberikan banyak ruang untuk inklusivitas, akomodasi, kompromi dan toleransi.
Hal ini yang membuat Indonesia tetap bersatu dan menjadi kekuatan. Melalui program PMM ini, saya sangat mengerti mengapa perbedaan itu menjadi kekuatan Indonesia.

Setelah merasakan “kue” bagian pertukaran mahasiswa. Saya melanjutkan mendaftar program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB). Program ini membantu mahasiswa untuk terjun langsung merasakan seperti apa dunia pekerjaan dan mamahami perkembangan industri.

Pak Nadiem mengibatkan program magang itu seperti belajar berenang di lautan terbuka. Dia menginginkan mahasiswa tidak hanya belajar berenang dengan satu “gaya” dan hanya berlatih di “kolam renang” yang aman dan tenang, tanpa ombak, arus, atau gangguan cuaca. Satu gaya yang disebut Pak Nadiem adalah satu disiplin ilmu, sedangkan kolam renang yang aman adalah kampus.

Jika saya lolos seleksi program magang, selama satu semester nanti, saya akan belajar langsung di satu perusahaan dan dibimbing oleh mentor profesional dibidangnya. Tentu, ini akan sangat menambah pengetahuan sekaligus menambah nilai jual.
Saya berharap, jika Pak Nadiem sudah tidak menjabat sebagai Kemendikbudristek. Program Kampus Merdeka tetap dipertahankan dan kembangkan menjadi sebuah program yang menjadi solusi dari berbagai persoalan bangsa.



