Gol A Gong menekankan pentingnya TBM memiliki program yang kreatif, inovatif, dan edukatif. Selain itu ia juga menyarankan untuk membuat program unggulan. Program tersebut menjadi ciri khas TBM.

“Maka pengelola TBM-nya harus mempunyai keterampilan atau kemampuan yang bisa dibagikan ke warga belajarnya atau relawan yang datang. Sehingga anak-anak atau relawan punya alasan untuk terus datang ke TBM,” jelas Gol A Gong.

Gol A Gong juga memberi kesempatan Tias Tatanka istrinya untuk memberikan testimoni suka-duka menjalankan program selama 25 tahun di Rumah Dunia. Tias menjelaskan kunci bertahannya Rumah Dunia selama 25 tahun adalah konsisten.

“Pada generasi pertama saya mengajari ibu-ibunya, mengenalkan mereka pada buku. Pada saat itu buku adalah aneh bagi mereka. Sekarang saya membimbing anak-anak menggambar dan mengarang. Saya pancing mereka dengan makanan. Yang menggambar dapat 1 kalau yang mengarang dapat 2. Itu saya lakukan setiap sore, jika saya sedang tidak berpergian seperti sekarang,” jelas Tias.



