Belakangan ini, ruang gerak terasa semakin sesak dan ruang aman terasa buram di penglihatan. Setiap keberanian dapat mengundang ancaman. Setiap jiwa yang bersuara berisiko diserang kapan saja. Hal ini terbukti dengan beberapa kasus teror di sepanjang tahun 2025-2026 yang dialami oleh para aktivis muda. Kasus teror terbaru kini menimpa Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Lelaki berusia 27 tahun tersebut dikenal sebagai aktivis muda yang sangat vokal dalam memperjuangkan hak asasi manusia. Keberanian Andrie tentu saja membuat beberapa oknum merasa terusik, sehingga tidak jarang terdapat banyak ancaman yang ditujukan kepada Andrie. Dirangkum dari KontraS dalam rilisnya, sebelum ini Andrie beberapa kali mendapatkan teror dan intimidasi tepatnya pasca “Aksi Geruduk Fairmount” untuk aksi menolak rancangan UU TNI pada Maret 2025.
Ancaman dan penyerangan terbaru terjadi pada Kamis (12/3/2026), tepatnya pukul 23.00 WIB. Menurut rekaman CCTV di Jalan Salemba, Senin, Jakarta Pusat, Andrie Yunus disiram air keras oleh dua orang tidak dikenal yang menaiki sepeda motor. Penyiraman air keras tersebut menyebabkan luka bakar serius sekitar 24% di bagian mata, dada, dan tangan kanannya. Penyerangan terjadi setelah Andrie baru saja pulang dari kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta. Saat ini Andrie Yunus masih dalam masa pemulihan dan kasus ini masih terus diselidiki polisi untuk mengungkap pelaku penyiraman serta dalang intelektual dari kejadian tersebut.
link: https://news.detik.com/berita/d-8400655/disiram-air-keras-aktivis-kontras-andrie-yunus-alami-luka-bakar-24

Cahaya sang ratu gulita selalu jadi teman pulang
di tengah sepinya jalan yang sangat panjang
Angin sejuk sesekali menciptakan tenang
di tengah lelahnya tubuh yang tak istirahat sejak siang
Suara-suara jangkrik membuatku terhibur
Mereka seperti menjagaku agar tak tidur
Debu-debu jalanan dan cahaya lampu pun melebur
Keduanya seperti memberi pertanda agar aku tak salah jalur
Pelan-pelan ku bawa motor sambil menikmati udara
sambil merenung tentang dunia dan badai-badainya
Pelan-pelan ku bawa motor sambil melihat indahnya semesta
sambil meratapi hal-hal yang dihancurkan manusia-manusianya
Saat sedang larut dalam suasana malam
Dua bayang datang dari arah berlawanan
Mesinnya meraung seperti menitip dendam
Melintas cepat dan seketika menumpahkan cairan
Cairan yang jatuh bukan memberi kesejukan
Melainkan luka yang berakar dari ancaman
Aku yang tadinya diam langsung berteriak kesakitan
Rasa panas perlahan mulai menjalar
Wajah, dada, dan tangan seperti terbakar
Api menyamar sebagai hujan yang kejam
dan jeritku menggema di gulita yang kelam
Malam berputar seperti jam tanpa jarum
Duniaku bisu dan tak lagi berdentum
Hanya ada dua kata di kepalaku saat itu
tentang “apa dan kenapa?”
sampai mereka harus melakukannya
Apa mereka merasa terancam?
Apa mereka takut pada setiap kata yang ku tanam?
Apa mereka secara tak langsung menyuruhku untuk diam?
Apapun motifnya, nyalaku tak pernah padam
Akan terus ku perjuangkan kebaikan
Akan terus ku tegakkan keadilan
Akan terus ku suarakan kebenaran
Ku ingat-ingat lagi para jiwa yang butuh dibela
Aku siap menjadi mata
di dunia yang pura-pura buta
Aku siap menjadi telinga
di dunia yang pura-pura tak dengar apa-apa
Di hati, ku bawa janji
Di kepala, ku bawa suara
Di kaki, ku bawa aksi
Di tangan, ku bawa harapan
Di bahu, ku bawa berani sepanjang waktu
Berbagai ancaman tak matikan semangatku
Berbagai intimidasi tak bisukan suaraku
Bahkan setelah kejadian malam itu
Bahkan setelah cairan kejam mengguyurku
Bahkan setelah luka bakar 24% itu

PUISI ESAI GEN Z: Puisi Esai Gen z ini puisi esai mini 500 kata khusus untuk Gen Z dan Gen Alpha. Disarankan tema-temanya yang relate seperti bully, mental health, patah hati, broken home, sex bebas, dan narkoba. Tuliskan 500 kata. Sertakan bionarasi maksimal 5 kalimat, 2 foto penulis dan 2 ilustrasi AI yang mendukung puisi esainya. Kirimkan ke gongtravelling@gmail.com dengan subjek: Puisi Esai Gen Z. Ada honorarium Rp300 ribu dari Denny JA Foundation bagi yang puisi esainya tayang. Jangan lupa sertakan nomor rekening bank. Jika ingin membaca Puisi Esai Gen Z yang sudah tayang klik gambar di bawah ini:



