Puisi Esai Gen Z: Sumur Bukan Kubur

Puisi Esai Gen Z karya Raden Aurel Aditya Kusumawaningyun – Duta Baca Jawa Barat 2024

(Seorang kakek di Kuningan Jawa Barat, terjatuh ke sumur sedalam 9 meter saat sedang membenarkan pompa air, yang di temukan anaknya setelah 11 jam tidak bisa keluar dari sumur, 27 Januari 2025.)

oOo

Di antara karat mesin bayangan senja kota Kuningan
kakek berdialog dengan selang yang menggigil.
Tangannya kala dulu menggendong tiga generasi
menggapai tuas pompa yang diam-diam menguap.
“Sumur ini bukan kubur,” bisiknya.
Bumi ini menjeratnya dalam gelap sembilan meter.

Sebelas jam adalah waktu panjang
tubuh renta menjadikan tulangnya tiang.
Dia menghitung detak jantung lewat tetesan air.
menyelinap di dinding sumur tak berharap
satu-satunya jam masih bekerja.
“Apakah ini akan menjadi kuburku?” tanyanya pada katrol yang patah.

Di atas, anak lelakinya
yang mewarisi raut keriput wajahnya
membaca ketakutan dalam lampu padam.
Suara sumur itu berteriak lewat getaran tanah:
“Ayah terjebak di antara patahan waktu!”
Lalu malam pun terusik sirene pemadam kebakaran.

Saat tubuhnya muncul basah oleh air dan keringat
seluruh desa berbisik: “Ini bukan mukjizat,
tapi kekuatan napas yang bertahan.”
Kakek itu tersenyum, menggenggam gumpalan tanah
sebagai bukti bahwa sembilan meter bukanlah akhir cerita
hanya jeda sebelum pompa itu kembali berdetak.

Langit pagi mengantarnya pulang,
tetangga berdiri di tepian jalan, mengamati jejaknya
seperti membaca puisi yang baru selesai ditulis.
Setiap langkahnya menggema di ubin rumah
menyisakan bau lumpur dan embusan keteguhan.

Di meja makan, secangkir teh bergetar di genggamannya.
“Aku tidak takut gelap lagi,” katanya pelan.
Kepada anak lelakinya masih menatapnya dengan ngeri.
Ada sesuatu di matanya tidak bisa dijelaskan oleh kata
seperti rahasia sumur yang hanya diketahui mereka
yang pernah dilahap oleh kegelapannya.

Hari-hari berikutnya, ia kembali ke sumur
bukan menantang nasib, tetapi untuk merayakan hidup.
Ia membelai tuas pompa seperti mengusap kepala cucunya
menatap bayangannya di permukaan air yang masih mengalir.
“Selama sumur ini bernapas, aku pun begitu,” bisiknya.

Anak lelakinya mengawasi dari kejauhan.
Takut, sekaligus kagum pada lelaki tua itu
yang telah berdamai dengan kedalaman
yang telah belajar bahwa jatuh bukan akhir
tetapi bagian dari jalan pulang.

Di desa, kisahnya menjadi legenda yang dibisikkan.
Mereka menunjuk ke sumur dengan mata penuh tanya:
“Bagaimana rasanya berada di dalam kegelapan?”
Para orang tua hanya tersenyum, mengenang malam panjang itu
malam di mana waktu hampir merenggutnya
namun justru memberinya lembaran baru.

Malam-malam berikutnya, ia duduk di beranda
menatap bintang-bintang yang jauh di atas sana.
seperti lubang sumur yang pernah mengurungnya.
Ia mengerti bahwa manusia bukanlah makhluk yang tak bisa jatuh
tetapi makhluk yang belajar berdiri lagi
menemukan arti hidup dalam setiap tarikan napasnya
dapat memunculkan perasaan syukur yang lebih dalam terhadap kehidupan.

*) Awal Maret 2025

Link:

https://www.kompas.tv/regional/569826/dramatis-detik-detik-evakuasi-kakek-di-kuningan-tercebur-sumur-9-meter

TENTANG PENULIS: Raden Aurel Aditya Kusumawaningyun.CPS . Pemuda kelahiran Kuningan, 30 Mei 2005 ini aktif menjadi Pegiat Literasi. Menyukai dunia membaca sejak sekolah hingga akhirnya membawanya terjun ke dunia literasi sampai pada titik menjadi Terbaik 3 Duta Baca Provinsi Jawa Barat. Sekarang kuliah di Kuliah di Telkom University Purwokerto, Prodi S1 Teknik Informatika. Untuk korespondensi bisa menghubungi surel : radityaradhen.30@gmail.com dan No WA 08990933320.

PUISI ESAI GEN BARU: Puisi Esai Gen Baru ini puisi esai mini 500 kata khusus untuk Gen Z dan Gen Alpha. Disarankan tema-temanya yang relate seperti bully, mental health, patah hati, broken home, sex bebas, dan narkoba. Bagaimana kalau lingkungan, politik, atau kritik sosial ke penguasa? Boleh saja asalkan ada fakta dan sertakan link beritanya. Tuliskan 500 kata. Sertakan bionarasi maksimal 5 kalimat, 2 foto penulis dan 2 ilustrasi AI yang mendukung puisi esainya. Kirimkan ke golagongkreatif@gmail.com dengan subjek: Puisi Esai Gen Baru. Ada honorarium Rp 300 ribu dari Denny JA Foundation bagi yang puisi esainya tayang. Jangan lupa sertakan nomor rekening bank.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==