Puisi Muhammad Asqalani eNeSTe
TANAH
sebidang tanah telah membunuh segala yang tumbuh,
amarah jadi darah, orang-orang berjubah sengketa.
siapakah perempuan? siapakah laki-laki?
yang memporak-porandakan hubungan keluarga,
demi sepetak tanah yang tak memetik apa-apa,
selain saling tikam sangka.
agama berhamburan. orang-orang beriman kepada naik pitam.
sedang segala yang bijak dibajak, dirasuk rusak.
orang-orang bertetangga, seolah jauhnya surga neraka.
tegur sapa membeku, hati terbuat dari musim salju maha panjang.
oh, harapan hancur, ratapan tak henti mengucur.
seandainya Tuhan ajaib, alangkah baiknya kami jadi tanah saja,
sedari mula.
Kubang Raya, 23/12/MMXXIII



