Puisi Minggu: 5 Puisi Tam Lihe tentang Banten

Tam Lihe
KOTA KUBUR

akulah kota yang tidak layak kau baca
hari-hariku syarat dengan keuntungan laba

orang bilang aku kota madani, tapi
aku lebih tepat dipanggil kota tanpa nurani

orang bilang aku ini kota yang menumbuhkan
harapan dan impian, sebaliknya aku lebih
tepat dipanggil kota kubur yang tersungkur

Serang, 2024

Tam Lihe
TAK PERNAH DATANG

dengan dua jabatan di tangan
aku tak harus datang jika diundang

Itu hak kami, siapa suruh kau
berpangku tangan. siapa suruh
kau terus berenang dalam lumpur
kebodohan dan kemiskinan

hari-hari yang kujalani cukup
menyenangkan. tak peduli
jika yang di bawah tak pernah
kenyang

kurap kalian terus mengundang
walaupun bisa kupastikan
aku tak akan pernah datang

Serang, 2024

Tam Lihe
AKU INGIN MENANGIS

kali ini aku ingin sekali menangis
kota telah lebur bersama tanah kubur

memang tidak ada yang abadi
itu sebabnya orang-orang berpacu
ingin terus memperkaya diri

kali ini aku ingin menangis
ketika kemanusiaan dijadikan
lahan bisnis

aku ingin menangis
bersama kota yang
semakin bengis

Serang, 2024

Tam Lihe
JANGAN KATAKAN AKU ADA

jangan katakan aku ada, kata buku
di sini hari-hari bejalan dengan perih
kau sapa aku, karena kau punya tujuan
di balik kantong saku

tak ada yang lebih berharga, selain
kau jadikan aku proyek semata
tak ada yang lebih bermanfaat
selain kau jadikan aku penebal
isi dompet

di kota ini, apakah artinya aku
di kota ini apalah artinya buku

Serang, 2024

Tam Lihe
APA YANG BELUM KUBERI

siapakah yang tidak bahagia?
sedangkan kekuasan selalu
mengajak menari
berjoget dan makan bersama
di atas piring porselen
penuh cinta

jangan katakan kota ini
tidak memupuk masa depan
di sini kekuasaan setiap hari
bermimpi indahnya ibu pertiwi

coba katakan, apa yang belum
aku beri? perayaan dan hiburan
sudah jauh-jauh hari disiapkan
sudah jauh-jauh hari dianggarkan

Rendezvous, 2024

TENTANG PENULIS: Hamzah Sutisna, atau biasa disapa dengan nama Hamzun, memiliki hobi menulis puisi sejak Sekolah Dasar, ia memiliki buku puisi yang berjudul “Setelah Kepergianmu”, penerbit: Filomedia 2024.

PUISI MINGGU terbit setiap hari Minggu. Silakan mengirimkan 5 hingga 10 puisi tematik. Sertakan foto diri dan gambar atau foto ilustrasi untuk mempercantik puisi-puisinya. Tulis bio narasi dan pengantar singkat. Kirimkan ke email : golagongkreatif@gmail.com . Ada uang pengganti pulsa Rp 200.000 dari Puisi Esai Network. Sertakan nomor WA dan nomor rekening banknya.

SEGERA TAYANG EDISI 21/I/26 MEI 2024:

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==