Puisi Minggu: 8 Puisi Bustan Basir Maras tentang Perjalanan Hidup

Menanam kata-kata bermakna dalam pejalanan hidup. Tak selalu tumbuh dengan baik menjangku matahari. Selalu ada tunas yang mati. Tapi kata-kata akan terus bermunculan dalam bentuk doa dan puisi. Kita hanya perlu menyiraminya terus-menerus. Nikmati 8 puisi Bustan Basir Maras tentang kerinduan akan perjalanan diri menemukan makna yang hakiki.

Redaksi

Bustan Basir Maras
SAJAK PERJALANAN

aku tetap di sini,
menghuni
Jogja, Klaten, Solo bertambah jauh
tetapi harus kuakhiri
hingga aku hilang, tersesat.

aku tetap saja di sini
pada detak-detik terus berjalan
aku mengalah
hujan di luar mencium lebar
hinggap di dahan-dahan pohon
di luar nampak kabur
segala sabar dicium hujan.

tetapi aku
selalu saja di sini
dan hari terasa hambar
ini sajak kutulis di jalan
Tawang Mangu mendekat
letih hari berjalan
lima belas menit lagi
angka, jarum jam, beku dalam frozen
pupus-habis, berlalulah segala.

oOo

Bustan Basir Maras
LAGU MATAHARI

pada lagu wajahmu
matahari memandangi jendela
kau simpan luka di baliknya, bara hidup menahun
menguliti telapak kakimu di jalan.

pada jendela wajahmu
kudengar denting sinar gitar melemah
menyembunyikan duka lara di balik pintu
tangan-tangan menjulur mengemis ke matahari
tangan-tangan dibalikkan mengemis dosa
bertahun-tahun memeluk bandan sendiri.

mengemis ke matahari dengan nada sumbang
terik menjulurkan tangannya
mengetam rindu dan perasaan
pada matahari langit cerah
pada matahari langit murung
pada matahari bumi bercermin
kita percaya, tangan semesta
terus diayunkan.

oOo

Bustan Basir Maras
KEBUN KATA

di kebun kata
sunyi adalah puisi
burung-burung adalah kata terucap
binatang kecil, merayap
embun dan rerumputan, diam.

garis liar dan retak tanah
adalah huruf tak terbaca
rumpun bambu, adalah pena
tak mau patah, sebelum memahat kata
dan airmata, adalah tinta
teman seperjalanan tawa canda.

oOo

Bustan Basir Maras
SUNGGUH

biar susah sungguh,
kuingin menyebut kau selalu
sujudkan cinta pada tanah basah,
dan rindu kan berbinar.

biar susah sungguh kujangkau hadir kau,
tak sesuatu yang lain adanya
jika tak sujudku abadi.

oOo

Bustan Basir Maras
TAK ADA

tak ada apapun
selain diri sendiri
kecuali diri sepi
terus termangu.
hingga padamu
gelap seisi ruang.

tak ada cinta
kecuali cinta diri sendiri
selalu sepi
meski diam, tetap sendiri.

oOo

Bustan Basir Maras
TERSEBAB PUISI

tersebab puisi, aku seperti kanak lagi
mengenal cinta tidak, apalagi mabuk anggurnya.

tersebab puisi, aku seperti gadis perawan
didekati tak mau, jikalau pergi merindu akhirnya.

tersebab puisi, hidupku kian jelas,
segan pada angan-menghadang, mati tak rindu,
apalagi sekedar dendam.

tersebab puisi, kutemui segala-galamu
kutandai setiap denting rindu
pada setiap lorong panjangku
dan aku hanya akan menatap kaku.

oOo

Bustan Basir Maras
DEFENISI PUISI

puisi adalah hutan angan-angan
rimba belantara cita-cita
dan padang ilalang kesungguhan.

masukilah rahimnya yang lembab
temukan pohon kata-kata yang ganjil
unikum tangkainya seperti ancaman
keanehan daun dan rerantingnya mengering
seperti dihadang maut dan kematian.

pilihlah kata-kata yang tumbuh sendirian
seperti pengayuh biduk kesepian di tengah samudra
pohon dan akarnya, menua diremas keindahan
menawarkan misteri kalimah rahasia
jika dirangkai dan dipinang dengan cinta.

puisi adalah bunga bonsai yang kau pinang
dari kumpulan liar alam raya, kau pisahkan dari ibu
dan ayahnya bernama semesta, lalu kau bawa pulang.

muliakanlah pohon dan kalimah kata-kata itu
hadiahkan rumah dan sangkar emas baginya
sejak pagi hari, kau percantik dengan bulir embun,
elus ia dengan hurup-hurup kinasih kasih sayang
hitung tangkainya, hitung daun-daun rimanya
bentuk dengan kawat cinta dan segantang ketulusan
pupuklah dengan rindu, lalu ciptakan musim dan cuaca
yang dapat menjauhkannya dari ancaman derita-luka.

di terbit dan di benam cahaya
guyurlah ia dengan air kehidupan dan doa
jangan pergi jauh meninggalkannya begitu lama
pupuklah rindumu sebagaimana istri dan anak-anakmu
sebab bunga puisi ditanam dan dihidupkan dari rindu.

jika kau menjauh dan menipiskan kangen harapanmu
maka bunga puisi akan menarik jangkar dan melebarkan layar
menjauhkan diri dari dermaga sambil membuang misteri kata-kata
tetapi, jika kau memeluknya erat dalam setiap jengkal legit waktumu
maka ia akan menghadiahkan belantara kata dan irama padamu
setiap waktu dapat kau petik seharum kamboja
lalu kau selipkan di kedua telingamu
penanda, seruling kehidupan
berlabuh selalu di hatimu.

oOo

Bustan Basir Maras
KE MASJID

serombongan daging doa
datang tepat waktu
karena jauh, maka Tuhan memanggilnya
mereka datang entah dengan apa.

di saku piamahnya mungkin ada dendam
ada harapan palsu dan nafsu belaka
ada dendam kesumat hari tak terelakkan
ada hati yang terisak dikalahkan waktu
tapi mungkin ada pula yang berharap penuh
menghampar sajadah air mata dan keihklasan
maka rindu nirwana dan air surgawi
menjadi hadiah suci utuk keabadiannya.

oOo

TENTANG PENULIS: *Bustan Basir Maras, membina komunitas budaya di Yogyakarta dan Mandar-Sulbar,
membuatnya secara berkala tinggal bergantian di dua kota ini. Kumpulan cerpennya Ziarah
Mandar dan buku puisinya Vova Sanggayu (101 Puisi Etnografis). Meraih Anugrah Kebudayaan
dari Pemkab Majene. Pendidikan terakhirnya ia selesaikan di Pascasarjana, Jur. Antropologi,
UGM. IG. bustanbasir.

PUISI MINGGU terbit setiap hari Minggu. Silakan mengirimkan 5 hingga 10 puisi tematik. Sertakan foto diri dan gambar atau foto ilustrasi untuk mempercantik puisi-puisinya. Tulis bio narasi dan pengantar singkat. Kirimkan ke email : gongtravelling@gmail.com . Ada uang pengganti pulsa Rp 300.000,- dari Denny JA Foundation. Sertakan nomor WA dan nomor rekening banknya.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==