Saat pemilihan berlangsung, saya sudah merasa “kalah”. Itu sebab, giliran pemaparan, saya santai saja mencetuskan “Indonesia Menulis”. Saya bilang, “Kalau saya terpilih, saya akan mendatangi TBM-TBM di seluruh Indonesia, mengajari para pengelola TBM secar gratis.” Dan terpilih! Hal lainnya, Forum TBM di seluruh Indonesia harus berjejaring dengan komunitas literasi lainnya seperti komunitas sastra, pers daerah, komunitas musik, dan Forum Lingkar Pena yang sudah mapan di literasi baca-tulis.

Selama 5 tahun kepemimpinan, saya buktikan dengan mendatangi TBM-TBM di pelosok, walau pun hanya dari Sabang hingga Menado. NTT, Maluku dan Papua tidak berhasil saya datangi, karena waktu kepengurusan saya habis. Tentu itu mendompleng kegiatan pribadi. Forum TBM belum memiliki anggaran operasional, juadi semua pengelola TBM mengandalkan dana pribadi. Selain mengajari menulis, juga memutuskan agar Ketua FTBM tidak boleh merangkap jadi Ketua di organisasi mitra pemerintah lainnya. Sering saya temukan, Ketua FTBM juga Ketua PKBM. Saya mengingatkan, agar Ketua PKBM mengkader warga belajarnya untuk jadi Ketua Forum TBM. Itu tanda keberhasilan program!


Kukira hny di kotaku yg ada setoran ke dinas terkait… ternyata…
Tradisi uipeti sudah mengakar di kita.