“Mbak apa benar ini blok O nomor 83? Di sini ada yang pesan ojek online atas nama Mbak Princes,” tanya seorang ojek online yang mengenakan pakaian yang serba kuning, tinggal celananya saja yang tidak ia kenakan warna kuning.
“Iya Mas saya yang pesan,” jawabku, yang sudah menunggu dari dua menit yang lalu sambil mengikat tali sepatu.
Aku segera mendekati ke arah motor tersebut. Ia menyodorkan pengaman kepala, agar selamat di perjalanan.
Lima belas menit perjalanan tibalah di Stasiun Cimahi. Kupijakan kaki melangkah menuju gerbang stasiun, sedikit bingung apa yang harus aku lakukan. Kulihat saja orang -orang di sekitar, mereka sedang duduk di depan loket tiket yang belum buka. Aku pun ikut duduk sambil menunggu seseorang.

Sudah tujuh menit berlalu seseorang yang kutunggu tak kunjung datang, aku mulai sebal. Terus-terusan kuhubungi dia tapi tidak ada jawaban. Dadaku makin dag dig dug dan masih pagi begini darahku dipaksa untuk naik.
Aku mainkan gadgetku, tapi tak menutup rasa sebalku. Sudah dua roti dan satu botol minum yang kuhabiskan. Plastik rotilah sebagai korban, kusobek-sobek sampai berubah bentuknya.
Sinar matahari sedikit demi sedikit mulai menyoroti seluruh tubuhku, aku menundukkan kepalaku dan memejamkan mataku. Tak lama aku menundukkan kepala. Sinar matahari yang menyoroti tubuhku kini hilang, meskipun mataku ditutup tapi ini rasanya beda tidak sehangat sebelumnya

“Hah kok rasanya beda, apa mau hujan, sehingga mataharinya menghilang? Ah tidak mungkin,” ucap batinku.
Karena penasaran dengan apa yang terjadi, aku mulai membuka mataku. Melirik dari bawah sampai ke atas, ternyata ada seorang perempuan tinggi, badannya berisi yang bernama Mitha, temanku telah berdiri tepat di depanku.
Langsung ku pasang muka kesalku. Dia hanya tertawa melihat tingkahku, sudah paham mengapa aku melakukan itu. Sambil merangkul pundak mungil ini dan mencubit hidungku.
Kami menuju loket tiket, membeli dua tiket untuk pergi ke Bandung dengan harga Rp5.000 satu tiketnya. Aku mengikuti langkah-langkah perempuan tinggi itu berjalan, karena ini pertama kalinya bepergian jauh menggunakan transportasi umum, makanya ku ikuti saja dia.


