Teringat Kaka kelas di Tangerang yang mengatakan, bahwa menurutnya rezeki yang ia punya bukan banyaknya uang, harta atau jabatan yang sedang dimilikinya, melainkan sesuatu yang ia makan. Sesederhana itu ia menjabarkannya namun mengandung makna yang dalam.

Bisa jadi uang banyak yang kita simpan masih ada rezeki orang lain disana, rezeki anak atau keluarga dan yang lainnya.
Bisa jadi jabatan yang dimilikinya hilang dengan seketika, tapi makanan yang sudah ia makan itu akan menjadi sesuatu yang ia serap, ia nikmati dan ia mendarah daging.

Makan dari perspektif Islam sendiri merupakan perbuatan mubah, mubah dalam artian sesuatu yang boleh dilakukan sesuai ketetapan Allah.

Akan tetapi, dalam Islam tetap memberi aturan atau tata cara sebagaimana lazimnya perkara- perkara lain, kepada hal-hal yang sebaiknya dilakukan dan mana yang tidak pantas dilakukan.
Salah satu cara yang baik untuk dilakukan Islam mengajarkan untuk makan dan minum secukupnya tidak berlebihan

Bahkan Nabi Muhammad mengajarkan Makanlah sebelum lapar dan berhentilah sebelum kenyang, ajaran ini ternyata mengandung banyak manfaat bagi tubuh baik dari kesehatan ataupun lainnya.


